Forum Bisnis Indonesia-Rusia Siap Perluas Kemitraan Strategis
JAKARTA, investortrust.id -- Merayakan ulang tahun ke-75 hubungan diplomatiknya, Indonesia dan Rusia menggelar Pertemuan ke-13 Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik hari ini, Senin (14/4/2025). Forum Bisnis Rusia–Indonesia yang dihadiri para tokoh bisnis dan pejabat pemerintah ini diinisiasi oleh Kadin Indonesia dan Yayasan Roscongress.
Alexander Stuglev, CEO Roscongress Foundation menjelaskan, forum bertujuan untuk menyediakan platform dialog terbuka yang didasarkan pada rasa saling percaya antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kedua negara guna mendiskusikan, mencari, dan mendorong inisiatif serta proyek-proyek yang dapat memperkuat kerja sama Rusia-Indonesia.
Berbagai isu akan dibahas dalam forum ini, yakni perdagangan, energi, teknologi, agribisnis, industri kreatif, pariwisata, ilmu pengetahuan dan pendidikan, dan prospek kerja sama lainnya.
Stuglev menjelaskan, hubungan ekonomi kedua negara meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan cakupan perdagangan yang semakin beragam. “Peningkatan hubungan ekonomi kedua negara masih berpotensi besar dan menjanjikan,“ kata dia, Senin (14/4/2025).
Kegiatan dalam forum bisnis ini meliputi satu sesi pleno dan tiga diskusi panel. Sesi pleno akan dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Kadin Indonesia Anidya Bakrie, dan Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani. Diskusi panel akan fokus pada sektor energi, perdagangan, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta pendidikan.
Menurut Stuglev, tingginya minat dari kalangan bisnis di kedua negara dapat menjadi katalis untuk mendorong peningkatan kualitas kerja sama bilateral, dengan beralih dari perdagangan sederhana ke pembentukan rantai nilai (value chain) jangka panjang. Dalam forum nanti akan dibahas pula apakah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan menguntungkan dunia usaha.
Kerja sama sektor energi yang menjadi prioritas kerja sama bakal dibahas di sesi panel. Rusia melihat Indonesia membutuhkan sumber daya energi karena meningkatnya kegiatan ekstraksi dan pengolahan mineral, menipisnya cadangan minyak dan gas dalam negeri, serta komitmen terhadap keberlanjutan iklim dan rendah karbon.
Baru-baru ini, Rusia dan Indonesia telah membahas prospek ekspansi ekspor minyak dan gas Rusia melalui pasokan gas cair (LNG) ke Indonesia. Rusia juga siap menawarkan teknologi nuklirnya kepada Indonesia sebagai respons atas permintaan pengembangan energi nuklir. Indonesia telah menetapkan target untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama pada 2032. Rusia juga menawarkan kerja sama pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Baca Juga
Untuk bidang pendidikan, Stuglev menyebut bahwa kerja sama kedua negara belum optimal. "Pertukaran akademik, konferensi ilmiah, dan program pendidikan bersama memiliki potensi besar untuk dikerjasamakan," tuturnya.
Forum bisnis ini juga akan menggali kerja sama sektor pariwisata dan industri kreatif yang penting bagi pembangunan sosial-ekonomi kedua negara. “Dengan warisan budaya yang kaya, keunikan alam yang khas, klaster pariwisata yang berkembang, serta potensi besar dalam industri kreatif, Rusia dan Indonesia memiliki semua elemen untuk membentuk kemitraan bilateral yang kuat,” kata Stuglev.
Sesi pleno akan membahas kemitraan strategis. Rusia dan Indonesia tengah berupaya memperluas kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, manufaktur, energi, dan ketahanan pangan hingga transportasi dan logistik, teknologi perkotaan, pariwisata, serta hubungan budaya.
Forum bisnis ini juga didukung oleh Dewan Bisnis Rusia–ASEAN. Dewan ini terdiri atas lebih dari 50 perusahaan dan bank besar Rusia yang bergerak di berbagai sektor, seperti energi, infrastruktur, rekayasa teknik, keuangan dan investasi, teknologi informasi, serta telekomunikasi.
Tujuan utama dari Dewan Bisnis Rusia–ASEAN adalah memfasilitasi kontak langsung antara komunitas bisnis Rusia dan ASEAN, mendukung kepentingan bisnis Rusia di negara-negara ASEAN, mempromosikan bisnis ASEAN di Rusia, serta mendukung proyek-proyek ekonomi bersama antara Rusia dan ASEAN.

