Kemenhub Operasikan 3 Titik Penyebrangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengoperasikan tiga titik penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni guna melancarkan arus pergerakan mudik Lebaran 2025 menggunakan angkutan laut.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebutkan, ada tiga klaster penyeberangan di Jawa Barat, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegara.
Baca Juga
''Pelabuhan Merak untuk kendaraan pribadi dan bus. Kemudian Pelabuhan Ciwandan untuk sepeda motor dan truk ringan, dan pelabuhan di Bojonegara itu untuk kendaraan berat,'' kata dia di Posko Pusat Angkutan Lebaran, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Lebih lanjut, Dudy mengatakan, tiga pelabuhan di Pulau Sumatera, antara lain Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan BBJ di Lampung Selatan, dan Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton).
''Di sisi Pelabuhan Bakauheni sendiri untuk bus dan mobil pribadi. Kemudian, Pelabuhan Wika Beton untuk 'lawan' daripada Ciwandan, untuk kendaraan roda dua dan truk ringan. Kemudian untuk Bojonegara itu pelabuhan BBJ, lawannya adalah pelabuhan BBJ juga di Bakauheni,'' tutur Menhub.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Kemenhub akan mengoperasikan dermaga milik PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) di Lampung sebagai antisipasi bila terjadi penumpukan di Pelabuhan Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Baca Juga
Momentum Bersejarah, Tiga Cruise Sandar Bersamaan di Pelabuhan Benoa
“Terkait, pelabuhan alternatif WIKA di daerah Bakauheni. Seperti yang tadi saya sampaikan, sudah kita coba kapal ferry, artinya di situ ada penumpang dan barang. Jadi memang bisa untuk membongkar atau debarkasi penumpang dan barang,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut DJPL Kemenhub Hartanto di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (12/12/2024) lalu.
Dalam paparannya, dermaga tersebut memiliki panjang 200 meter (m) dengan kedalaman rata-rata 6 m sehingga dapat menampung kapal sebanyak dua unit. DJPL, lanjut Hartanto, merencanakan pelabuhan alternatif tersebut dipasangkan dengan Pelabuhan Ciwandan untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Merak – Bakauheni.
Tak hanya itu, menurut Hartanto, dermaga milik PT South-East Asia Pipe Industries (SEAPI) milik PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga akan menjadi pelabuhan alternatif. Diketahui, terminal khusus tersebut memiliki panjang sekitar 100 m, kedalaman 6 m, serta dapat menampung satu kapal ferry.

