Posko Angkutan Lebaran Dibuka, Menhub Prediksi Malam Ini Ada Lonjakan Arus Lalin
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah resmi membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025/1446 hijriah di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Jumat (21/3/2025) pukul 09.00 WIB.
''Hari ini, Jumat 21 Maret 2025 kita berkumpul menandai mulainya operasional posko Angkutan Lebaran 2025 yang akan berlangsung selama 22 hari, mulai 21 Maret 2025 sampai 11 April 2025,'' kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Posko Pusat Angkutan Lebaran, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Dia juga memperkirakan adanya lonjakan pergerakan arus lalu lintas (lalin) mudik Lebaran pada malam ini mengingat pemberlakuan work from anywhere (WFA) pada Senin (24/3/2025).
''WFA itu kan berlaku dari 24 Maret, hari Senin. Jadi, kami memprediksi bahwa hari Jumat (21 Maret 2025), nanti malam itu akan terjadi peningkatan dari masyarakat yang akan melakukan mudik,'' ucap Dudy.
Baca Juga
Pemudik Bisa Istirahat di Serambi MyPertamina, Ini Fasilitas dan Lokasinya
Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani menyampaikan, posko pantauan ini akan berlaku 24 jam dengan dua shift kerja pada periode angkutan Lebaran kali ini.
''Posko dilaksanakan dalam dua shift dengan jadwal shift pertama mulai pukul 08.00 WIB sampai 20.00 WIB, dan shift kedua mulai pukul 20.00 WIB sampai 08.00 WIB,'' papar Yani.
Adapun posko pusat ini terdiri dari beberapa instansi, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Kementerian Pariwisata, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), hingga Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).
''Kemudian, Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP)/Pusdatin Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Badan Kebijakan Transportasi,'' imbuh Yani.
Selain itu, PT Jasa Marga, Astra Infra Tol Nusantara, PT Jasa Raharja, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Kereta Api Indonesia, PT KCIC, PT Pelni, PT Angkasa Pura Indonesia, Perum LPPNPI atau Airnav Indonesia, Senkom Mitra Polri.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kemenhub memproyeksikan, tren pergerakan pemudik akan didominasi mobil pribadi sebanyak 33,69 juta unit sepanjang periode libur Lebaran 2025/1446 hijriah.
Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
“Potensi kepadatan mobil pribadi akan terjadi di semua jalan tol, baik di Jawa maupun luar Jawa, utamanya di Tol Trans-Jawa. Dari total pengguna mobil pribadi 33,69 juta kendaraan, sebesar 23,6% atau 7,95 juta kendaraan akan menggunakan Tol Trans-Jawa sebagai jalur utama,” kata Dudy.
Baca Juga
Bahlil: Stok BBM Aman, Pertamina Siapkan Infrastruktur Cukup bagi Pemudik
Adapun dengan WFA, lanjut Dudy, tren pergerakan arus mudik menggunakan mobil pribadi terjadi pergeseran keberangkatan pada H-7 hingga H-5 dengan puncak keberangkatan pada H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025 sekitar 10,3% atau 3,47 juta orang.
“Kemudian puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+5 setelah libur Lebaran, yakni pada Minggu, 6 April (2025), sebesar 20,7% atau sebanyak 6,97 juta orang,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Kemenhub telah memprediksi pergerakan pemudik pada periode Lebaran 2025 akan tembus 146,48 juta orang dan sekitar 51,3% atau 81,5 juta orang berasal dari Pulau Jawa.
''Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub dengan Badan Litbang Kompas, potensi pergerakan selama libur Lebaran 2025 diprediksi mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa. Potensi pergerakan selama libur Lebaran dari Pulau Jawa adalah 51,3% atau sebanyak 81,5 juta orang,'' kata Dudy beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Begini Cara Jalin Pastikan Kelancaran Operasional Selama Musim Mudik Lebaran 2025
Dudy menekankan, tren pergerakan libur Lebaran kali ini akan terpusat di Jawa Barat. "Pergerakan masyarakat dari dan menuju Jawa Barat pada masa Angkutan Lebaran diperkirakan akan tinggi. Sehingga, koordinasi dan kerja sama antara Kemenhub dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi krusial," ujar Menhub.
Dia memproyeksikan, peningkatan volume kendaraan yang keluar dari Jakarta akan meningkat hingga 60% dibandingkan volume kendaraan normal harian pada puncak arus mudik Lebaran.
"Lalu lintas masyarakat yang keluar dari Jakarta ini melibatkan setidaknya delapan Gerbang Tol (GT). Sebanyak tiga gerbang tol berada di wilayah Jawa Barat yang juga menjadi pusat bangkitan pada arus mudik Lebaran 2025. Kita perlu koordinasi untuk mengantisipasi potensi kemacetan pada titik-titik tersebut," tutur Dudy.

