Kepengurusan Kadin Capai 2.800 Orang, Ketum Kadin Anindya Bakal Evaluasi Tiap 6 Bulan
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebutkan jumlah kepengurusan Kadin periode 2024 - 2029 di seluruh Indonesia yang mencakup Kadin daerah dan asosiasi pada masa kepemimpinannya mencapai 2.800 orang. Angka ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan pada periode kepengurusan sebelumnya.
Ketum Kadin Anindya menjelaskan, pihaknya ingin mengkonsolidasi seluruh pihak-pihak di dunia usaha sekaligus menyelaraskan dengan kementerian-kementerian di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Untuk itulah jumlah pengurus Kadin Indonesia di seluruh Indonesia mencapai 2.800 orang.
Saat ditemui usai acara Pengukuhan Pengurus Kadin Indonesia Masa Bakti 2024-2029, Ketum Kadin Anindya Bakrie berharap kepengurusan Kadin Indonesia periode ini mampu menunjukan kinerja dan memastikan bahwa hasil yang dilakukan dapat produktif dan baik.
“Tadi saya ingatkan juga di dalam 2.800 ini termasuk juga teman-teman dari daerah 38 provinsi itu masuk di dalam, juga dengan asosiasi, dari ratusan asosiasi juga tercermin di dalam,” ucap Anindya saat ditemui di JCC Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Baca Juga
Ketua Umum Anindya Bakrie Resmi Mengukuhkan Pengurus Kadin Indonesia Masa Bakti 2024-2029
Agar kepengurusan Kadin Indonesia dapat berjalan dengan baik dan membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini, Anindya Bakrie menyebutkan bahwa pihaknya akan melalukan evaluasi setiap 6 bulan sekali. Hal itu dilakukan guna memastikan Kadin berjalan produktif, khususnya dalam membantu pemerintah.
“6 bulan lagi kita review sama-sama ya, baiknya gimana. Karena kita mesti memastikan bahwa Kadin itu bukan saja kompak, semangatnya sekarang kan persatuan, tapi juga bisa memastikan bahwa Kadin itu produktif, dan bisa membantu pemerintah sebaik-baiknya,” terangnya.
“Dalam 6 bulan kita akan lihat mana yang sudah jalan, mana yang belum jalan, mana yang perlu ditambahkan dan diturunkan. Karena fungsi dari Kadin ini adalah mesin penggerak, motor perekonomian nasional,” imbuh Anindya Bakrie.

