Kementerian PU Ungkap Dalang Dibalik Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang Grobogan
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan dalang dibalik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Grobogan, Jawa Tengah. Hal ini cukup mengenaskan mengingat banjir Grobogan terulang kembali sejak Januari 2025 lalu.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyatakan, daerah hilir Sungai Tuntang telah mengalami agradasi akibat sedimentasi. “Ini menyebabkan kapasitas sungai jauh berkurang dan tidak bisa nampung. Jadinya terlimpah (air sungainya),” kata Diana saat konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2025).
Tak sampai di situ, pada bagian hulu sungai juga ditemukan sedimentasi Danau Rawa Pening. “Kita juga sudah melakukan pengerukan sedimen di dasar sungai untuk mengurangi potensi banjir di Sungai Tuntang dan kemungkinan besar kita bisa merevitalisasi (Danau) Rawa Pening,” ucap Diana.
Baca Juga
KAI Gerak Cepat Pulihkan Dua Jalur Rel Imbas Banjir di Grobogan
Dia mengungkapkan, volume tampungan air di Danau Rawa Pening terus berkurang. “Ini kenapa? Karena banyak sedimentasi dan eceng gondok. Jadi, ini tanaman eceng gondok masih harus diambil dan sedimentasinya (harus dikeruk),” terangnya.
Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang kembali jebol pada Minggu (9/3/2025) yang mengakibatkan banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejumlah desa hingga jalur kereta api ikut terendam. Akibatnya jadwal perjalanan kereta api Semarang-Surabaya (PP) sempat lumpuh. Namun, setelah beberapa jam, dapat diatasi petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.
Daop 4 Semarang telah menyelesaikan perbaikan jalur hulu di Km 32+6/7 antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan, Minggu (9/3/2025) siang. Ratusan petugas tanggap darurat prasarana dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan agar jalur kembali beroperasi.
Baca Juga
BRI Peduli Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Grobogan dan Demak
“Alhamdulillah, jalur yang sebelumnya terdampak banjir sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas,” kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo kepada awak media beberapa waktu lalu.
Adapun berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, tiga desa di Kecamatan Gubug terdampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Ketiga wilayah itu adalah Desa Baturagung, Desa Tambakan, dan Desa Ringinkidul.

