Jadi Pendatang Baru, Jetour Siapkan Strategi Ini untuk Pasar Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Jetour tidak gentar dengan persaingan industri otomotif di Indonesia. Merek otomotif asal China itu mengaku sudah memiliki strategi khusus yang berbeda dengan merek lain.
Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia, Moch. Ranggy Radiansyah, menyebut pasar Indonesia memiliki banyak segmen. Selain fokus pada kualitas, ekspansi, dan kepercayaan konsumen, Jetour juga memboyong filosofi Travel Plus yang sukses diterapkan di 62 negara pada setiap produk yang ditawarkan.
"Kami adalah merek yang fokus segmen travel, SUV brand. Kita punya mobil bensin, plug-in hybrid EV, dan mobil listrik. Kami ingin mobil menjadi rumah kedua yang bisa memberikan kenyamanan, itulah filosofi Travel+," jelas Ranggy kepada investortrust.id di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Soal persaingan dengan merek lain yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia, JETOUR mengaku lebih memilih fokus pada kebutuhan konsumen.
"Fokus utama kami bukan hanya bersaing, tetapi membangun kepercayaan konsumen dengan memberikan opsi kendaraan yang sesuai kebutuhan mereka. Dalam tiga bulan terakhir, kami telah meluncurkan dua model baru, termasuk kendaraan listrik yang akan segera dikomersilkan," jelasnya.
Dari sisi target konsumen, JETOUR menyasar segmen keluarga yang punya budaya kolektif dan senang berpergian. Bahkan untuk menarik konsumen di Tanah Air, mereka juga memberikan budget liburan untuk pemesan di IIMS 2025. Meski tidak menjelaskan berapa nominalnya, tapi Ranggy menyebut besarannya cukup untuk liburan dua orang ke Jepang.
"Sejalan dengan misi global perusahaan travel plus adalah konsep promosi yang akan terus kami bawa. Saat ini, kami menyesuaikan dengan momentum seperti di IIMS, tetapi kami juga akan mengevaluasi efektivitasnya di luar acara tersebut," jelasnya.
Kendati tidak menyebut pasti nilai investasi yang ada di Indonesia, Ranggy menyebut JETOUR menargetkan akan memperluas jaringan hingga 100 dealer dalam waktu lima tahun ke depan di Tanah Air. Walau belum ada rencana membangun pabrik di sini, namun JETOUR sudah membangun warehouse suku cadang di Cikarang yang mampu menampung 26.000 lebih unit spare part.
"Saat ini mobil kita memang masih melakukan perakitan lokal (CKD) di PT Handal Indonesia Motor. Kenapa CKD? Karena kita lihat memang yang paling bisa membutuhkan kebutuhan saat ini untuk penetrasi ke pasar itu CKD. Tapi kita juga terus mencoba meningkatkan konsentrasi dari dalam negeri," ungkap Ranggy.
Sekadar informasi, Jetour memboyong tiga mobil terbaru mereka di IIMS 2025 yakni Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus yang merupakan mobil SUV keluarga yang dibanderol dengan harga Rp400 jutaan. Sementara Jetour X50e merupakan mobil listrik yang akan diluncurkan dalam waktu dekat di Indonesia. (C-13)
Baca Juga
Pemerintah Kaji Kembangkan Maung Pindad Jadi Mobil Listrik Nasional

