Bangun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen, Toyota Bicara Rencana Bawa Masuk Mirai
JAKARTA, investortrust.id - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah membangun pengisian bahan bakar hidrogen atau Hydrogen Refueling System (HRS). Meski sudah membangun fasilitas infrastruktur itu, TMMIN belum bisa memastikan kapan mobil Toyota Mirai yang berbahan bakar hidrogen dijual di Indonesia.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menyebutkan pihaknya hingga kini masih melakukan pengkajian berupa studi untuk mengetahui kelayakan, serta juga kelengkapan infrastruktur kendaraan berbahan bakar hidrogen di Tanah Air.
“Mirai Generasi 1, dan Mirai Generasi 2 nanti kita akan evaluasi dulu, karena tadi disampaikan bahwa kita perlu untuk edukasi, perlu untuk studi dulu,” ucap Nandi usai peresmian HRS di xEV Center TMMIN Karawang, Jawa Barat, Selasa (11/2/2025).
Baca Juga
Toyota Luncurkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen, Nilai Investasi Rp 35 Miliar
Nandi menilai, dari kesiapan infrastruktur untuk ekosistem kendaraan berbahan bakar hidrogen di Tanah Air membutuhkan waktu 5 hingga 6 tahun. Namun, menurutnya, hal tersebut harus dijalankan dengan melakukan berbagai studi serta edukasi di seluruh kawasan Indonesia.
“Mungkin kalau pengalaman di beberapa negara itu kan sekitar 5-6 tahun. Jadi mudah-mudahan 5-6 tahun infrastrukturnya sudah lengkap, nanti secara ekosistem sudah ada, mungkin beberapa area dulu, karena kan nggak mungkin ke seluruh area,” terangnya.
Lebih lanjut, Nandi pun menyebutkan, untuk kendaraan listrik atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) di Tanah Air untuk saat ini dinilai saat ini lebih baik diterapkan pada kendaraan berjenis komersial, seperti salah satunya adalah truk dibandingkan dengan kendaraan berpenumpang.
“Karena paling cocok itu memang untuk truk ya, untuk FCV. Sehingga kita juga pikirkan nanti konversi dengan truk, mungkin bekerja sama dengan Pertamina, atau bekerja sama dengan logistik yang lain, kita akan konversi,” papar Nandi.

