Produksi Migas Pertamina Hulu Sanga Sanga Lampaui Target pada Awal 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) Regional Kalimantan subholding upstream Pertamina mengawali 2025 dengan kinerja cemerlang lantaran capaian produksi minyak dan gas (migas) berada di atas target.
Pada Januari 2025, produksi minyak PHSS mencapai 14.000 barel per hari (BOPD). Angka tersebut melampaui target di level 11.937 BOPD. Sedangkan produksi gas mencapai 92,55 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melampaui target sebesar 83,032 MMSCFD.
Manager Subsurface Development Area 1 Zona 9 Pertamina Hulu Sanga Sanga Magfirah Rajab menyampaikan, keberhasilan ini dihasilkan oleh proses evaluasi secara komprehensif terhadap keadaan subsurface dari area operasi PHSS.
”Melalui evaluasi dan prediksi potensi reservoir yang terintegrasi, perusahaan berhasil memproduksikan migas secara optimal, baik secara sembur alami maupun sistem pengangkatan buatan,” jelas Magfirah dalam keterangannya, Rabu (5/2/2025).
Dia menjelaskan, pada sumur yang menggunakan sistem pengangkatan buatan, perusahaan memanfaatkan teknologi permanent coiled tubing gas lift (PCTGL) yang sesuai komplesi sumur monobore atau dual monobore di PHSS. ”Penerapan PCTGL ini sangat bergantung pada kondisi masing-masing reservoir yang berproduksi pada sumur tertentu,” ungkap Magfirah.
Lebih lanjut, Magfirah menerangkan, PCTGL berfungsi untuk menginjeksikan gas melalui pipa fleksibel, atau lebih dikenal dengan nama coil tubing, yang dipasang permanen di dalam tubing sumur produksi.
Gas yang diinjeksikan kemudian bercampur dengan minyak saat keluar dari coil tubing dan masuk ke dalam tubing. Gas yang diinjeksikan tersebut berfungsi untuk menurunkan densitas minyak agar lebih mudah diproduksi atau dialirkan menuju permukaan. ”Selain itu, sumur yang terpasang PCTGL juga dioptimasi dengan mengatur laju injeksi gas sehingga laju produksi lebih optimal,” papar dia.
Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 9 Pertamina Hulu Sanga Sanga Supriady menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil penerapan strategi yang fokus pada efisiensi dan keberlanjutan.
“Kami menjalankan langkah strategis didasarkan pada prinsip Otosobor, yakni on target, on budget, on scope/spec/safety, on return/regulation. Prinsip ini menjadi panduan utama dalam memastikan setiap aspek operasi berjalan sesuai rencana, anggaran, spesifikasi, serta mematuhi regulasi yang berlaku,” ujar Supriady.

