Ternyata dari 37 Proyek Kelistrikan yang Diresmikan Prabowo, 6 PLTS di Wilayah 3T
SUMEDANG, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi se-Indonesia pada awal pekan ini yang dipusatkan di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Ternyata, dari 37 proyek nasional itu, enam pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sebagai BUMN yang diberi mandat ketenagalistrikan nasional, pihaknya akan berupaya mendukung pemerataan listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
”Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat, kami akan terus mangakselerasi pemerataan listrik sampai wilayah 3T sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1/2025).
Baca Juga
Pertama di Dunia, Proyek PLTS Skala Besar Milik UEA Bisa Beroperasi 24 Jam
Hadirnya PLTS tersebut diyakini akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) serta mendorong penggunaan energi terbarukan di Indonesia.
Sementara enam PLTS yang dibangun di wilayah 3T sebagai bagian 37 proyek ketenagalistrikan yang diresmikan Prabowo, yakni lima PLTS di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dan satu PLTS di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Secara terperinci, lima PLTS di Kabupaten Sumenep, terdiri dari PLTS Saur 150 kilowatt peak (kWp), PLTS Sepangkur Kecil 50 kWp, PLTS Pajangan 25 kWp, PLTS Sapapan 50 kWp, dan PLTS Sadulang Kecil 50 kWp. Pembangkit-pembangkit tersebut mampu mengurangi penggunaan BBM genset hingga 6.078 liter setiap tahunnya. Seluruh PLTS tersebut mampu menghasilkan energi hijau sebesar 22.000 kilowatt hour (kWh) per tahun yang dapat melistriki lebih 597 rumah di wilayah tersebut.
Baca Juga
Solar Radiance dan D’Best Group Resmikan PLTS Atap di Mall Panakukang
Sementara itu, PLTS Tanamalala di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dengan daya sebesar 189,6 kWp mampu mengurangi penggunaan BBM genset sebesar 29.000 liter per tahun dan menghasilkan energi hijau 197.000 kWh setiap tahunnya. PLTS tersebut juga dapat melistriki lebih dari 185 rumah, serta berkontribusi mengurangi emisi CO2 sebesar 415 ton setiap tahun.
Selain menghadirkan pembangkit listrik bersih di daerah 3T, infrastruktur transmisi dan gardu induk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah juga turut diresmikan. Kehadiran infrastruktur tersebut akan menyalurkan energi listrik bersih dari pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Luwuk 40 megawatt (MW) yang menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewa 40 MW. Hal ini berpotensi menghemat penggunaan BBM sebesar 500.000 liter setiap tahunnya.

