Pertamina Drilling Tutup 2024 dengan Kenaikan Produktivitas Tertinggi Sepanjang Sejarah
JAKARTA, investorturst.id - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) atau Pertamina Drilling bagian dari subholding upstream Pertamina menutup 2024 dengan kinerja gemilang berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 75,06%, atau pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri sejak 2028.
"Sejalan dengan itu, pada 2024 Pertamina Drilling membukukan prognosa pendapatan sebesar US$ 443,54 juta atau 104,7% terhadap realisasi 2023,” kata Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita dalam keterangan persnya, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga
PDSI juga mencatat non-productive time (NPT) atau tingkat kerusakan peralatan sebesar 0,91%, lebih baik dari threshold 1,47%, ini merupakan pencapaian terbaik untuk industri pengeboran di dunia. "Industri pengeboran sangat bergantung pada teknologi dan sering menghadapi tantangan terkait kerusakan peralatan," kata dia.
Dia mengatakan, selama 2024 Pertamina Drilling untuk pertama kalinya mengoperasikan jack up rig di Pertamina Hulu Energi (PHE) OSES dengan skema strategic aliances dengan Ades, salah satu perusahaan terbesar penyedia jasa jack up rig di dunia.
Selain itu, project integrated drilling, engineering, supervisory and services (IDESS) yang merupakan kontrak terpanjang Pertamina Drilling, yaitu 8 tahun dengan nilai kontrak Rp 9 triliun. Dengan mengoperasikan empat rig kapasitas 550 HP dan dua rig kapasitas 750 HP yang didedikasikan untuk mengerjakan lebih 600 sumur, sejak tajak Mei 2024 di wilayah kerja (WK) Rokan dengan produksi mencapai 1.000 barel minyak per hari (BOPD) pada Sumur PN-066.
Baca Juga
Pertamina Hulu Energi Catat Sumur Pengeboran BNG-064 Tembus 990% dari Target
Dia mengatakan, sepanjang 2024 Pertamina Drilling membantu menyelesaikan dua pilot sumur MNK, yaitu Sumur Gulamo -DET1 dan Kelok -DET1 milik Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang telah memberikan hasil minyak bumi pertama dari lapangan shale oil di Indonesia, yang merupakan salah satu inovasi dalam diversifikasi sumber energi di Indonesia. Proyek lain juga telah diselesaikan Pertamina Drilling, yaitu project integrated drilling services Jambi Merang dan PHE OKRT.
Sementara keberhasilan eksekusi project drilling non-captive, yaitu proyek pengeboran di Mobil Exxon Cepu menggunakan walking rig, untuk project Banyu Urip Infill Clastic (BUIC). Hingga akhir 2024, telah diselesaikan satu sumur dan lima sumur lainnnya sedang dalam progress dilakukan pengeboran dengan batch drilling. "Produksi sumur perdananya (B13) berhasil dengan produksi awal sekitar 13,500 BOPD," kata dia.
Adapun beberapa proyek internasional 2024 yang telah diselesaikan, antara lain proyek Uzma Malaysia, Timor Gap Resources, penandatanganan kerja sama sinergi antara Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), Pertamina Drilling dan Elnusa untuk proyek-proyek overseas.

