Update Tol Serang-Panimbang, Seksi Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Maret 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyatakan, jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan) Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles akan beroperasi pada Maret 2025.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan, pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang terdiri dari tiga seksi, yaitu Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 km yang telah beroperasi pada Desember 2021. "Sedangkan, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,1 km saat ini tengah dalam proses konstruksi dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2025,'' kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (17/1/2025).
Baca Juga
WIKA Percepat Pembangunan Sekolah Terdampak Pembangunan Tol Serang – Panimbang
Sementara, Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km terbagi menjadi dua subseksi, yaitu Seksi 3A Cileles-Bojong sepanjang 17,46 km dan Seksi 3B Bojong-Panimbang sepanjang 15,54 km yang juga dalam proses konstruksi. "Ditargetkan beroperasi pada September dan Desember 2025,'' sambung dia.
Sebagai informasi, Jalan Tol Serpan memiliki panjang 83,67 km dan menghubungkan Serang sebagai ibu lota Banten dengan Kecamatan Panimbang yang merupakan akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Adapun konstruksi Tol Serpan yang tengah dibangun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membutuhkan biaya Rp 15 triliun. Jalan Tol Serang-Panimbang dirancang untuk mengurangi waktu perjalanan dari Jabodetabek menuju Banten Tengah-Selatan yang semula 3-4 jam menjadi hanya 1-2 jam.
Baca Juga
Selain itu, lanjutnya, jalan tol ini juga diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Banten Tengah dan Banten Selatan serta mengurangi disparitas ekonomi dengan Banten Utara sehingga memperkuat daya saing Banten dengan provinsi-provinsi di sekitarnya. "Jalan tol ini juga membuka akses ke daerah terisolasi, menciptakan peluang ekonomi baru, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok,'' terang Agung.
Agung menyebutkan, pembangunan Tol Serpan diproyeksikan dapat menurunkan biaya logistik secara signifikan. Berdasarkan studi kelayakan ekonomi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat pada 2016, Tol Serang Panimbang akan menurunkan biaya operasional kendaraan (BOK) hingga 30% dan mengurangi waktu tempuh transportasi barang hingga 50%.

