PGE Jajaki Pengembangan Panas Bumi di Kenya Gandeng BUMN Setempat
ABU DHABI, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) tengah menjajaki untuk melakukan ekspansi dan pengembangan lapangan geotermal (panas bumi) di Kenya dengan menggandeng Geothermal Development Company (GDC), badan usaha milik negara (BUMN) Kenya di bidang energi.
“Tadinya kan ada dua entitas di Kenya, yang satu swasta (Africa Geothermal International Limited/AGIL), satunya BUMN Kenya. Kami mau fokus dengan entitas seperti BUMN-nya Kenya,” ucap Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Yurizki Riokepada Antara ketika ditemui di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (14/1/2025).
Baca Juga
Dia menyampaikan, kerja sama dengan Kenya bukan berbentuk penggabungan atau akuisisi, tetapi eksplorasi dan pengembangan bersama lapangan geotermal. Sampai saat ini, kata dia, kerja sama tersebut masih dalam proses.
“Belajar dari pengalaman 2-3 tahun terakhir, saat kita mau melakukan akuisisi ke perusahaan domestik atau di luar negeri, sampai saat ini belum ketemu yang sesuai,” ucap Yurizki.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan PGE akan ekspansi global apabila ada aset yang menarik. “Kami pasti akan melakukan itu. Kami tidak menutup kemungkinan ekspansi ke tingkat internasional,” tuturnya.
Pada pertengahan 2024, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menyampaikan terdapat potensi sebesar 10.000 megawatt (MW) di Kenya, yang bermuara pada rencana eksplorasi dua blok sumber energi panas bumi atau geotermal di Kenya.
Baca Juga
BI Promosikan Proyek Geotermal hingga Industri Pengolahan Tembaga dalam Forum Bisnis di AS
Eksplorasi lapangan panas bumi itu dilakukan atas kerja sama cucu usaha BUMN Pertamina, yakni Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL) di blok Longonot, serta Geothermal Development Company (GDC) untuk pengembangan di Blok Suswa.

