ATR/BPN Ungkap Progres Pembebasan Lahan Akses Menuju Stasiun Whoosh Karawang
“Setelah tahun baru, direncanakan minggu depan, ada konsultasi publik yang kedua. (Berapa akses jalannya?) Ada tiga nanti yang terkena pembebasan rencananya, termasuk tanah THK (Trans Heksa Karawang), tanah Deltamas, dan beberapa tanah masyarakat. Enggak besar sebenarnya, cuma sekitar 6 hektare,” jelas Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (PTPP), Embun Sari saat ditemui di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2024).
Ia juga menerangkan, pada konsultasi publik kedua nantinya akan ditentukan terkait kesepakatan trase jalan, utamanya Tol Exit KM 42 Jakarta – Cikampek (Japek) yang akan digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Setelah penerbitan lokasi (penlok) diumumkan, 10 hari kemudian baru masuk ke ATR/BPN. Ini kan sekarang untuk mendapatkan kesepakatan lokasi yang menjadi dasarnya penerbitan penlok. Ini akan dilihat, apakah lokasi bisa pindah? trase dibelokkan? atau tidak ada alternatif lain, memang di lokasi itu. Nanti bagaimana akhirnya, kita lihat saja,” ucap Sari.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menargetkan akses jalan raya pangkalan Trans Heksa Karawang (THK) menuju Stasiun Whoosh Karawang akan dirampungkan pada Juli 2025.
Baca Juga
KCIC Ramal Okupansi Whoosh naik 10% Usai Pembukaan Stasiun Karawang
“Kita berusaha untuk mempercepat semua proses pembangunan jalan akses, baik di Deltamas, kemudian THK (Trans Heksa Karawang), maupun Tol Exit (KM) 42. THK akses, kita harapkan Juli tahun depan paling lambat kita operasikan,” kata Dwiyana saat konferensi pers di Stasiun Whoosh Karawang, Jawa Barat, Selasa (24/12/2024).
Terpisah, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menyatakan, pihaknya tengah menggodok hasil penerbitan lokasi (penlok) lahan yang akan dibebaskan untuk membuka akses Tol Exit KM 42 Ruas Jakarta-Cikampek menuju Stasiun Whoosh Karawang.
“Intinya sedang kita bahas, PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) kalau tidak salah sudah kan. Jadi, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diwujudkan,” kata dia.
Namun, lanjut Ossy, Kementerian ATR/BPN masih belum dapat memastikan kapan hasil penlok tersebut akan diterbitkan untuk memudahkan masyarakat menuju Stasiun Whoosh tersebut.
Baca Juga
Pemerintah Bakal Kembangkan Permukiman di Sekitar Stasiun Whoosh
“Nanti saya harus cek dulu ya ke Dirjen Pengadaan (Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, red) terkait HGP (Hak Guna Pembangunan),” ucap Ossy. Disebutkan, masyarakat dapat mengakses Stasiun Whoosh Karawang
Sebagai alternatif, penumpang yang menggunakan kendaraan kecil dapat melalui Jl. Trans Heksa Karawang (THK) kemudian masuk ke Jl. Raya Pangkalan.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian PU tengah menggodok hasil penerbitan lokasi (penlok) lahan yang akan dibebaskan untuk membuka akses jalan tol menuju stasiun tersebut.
“Kemarin akses tol (menuju Stasiun Whoosh Karawang) menunggu penlok. Tapi kemarin disepakati, sementara mereka akan membangun (akses jalan) di kawasannya sendiri,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra beberapa waktu lalu.
Menurut pantauan di lapangan, kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Triono Junoasmono, pihak PT Trans Heksa Karawang dan Kawasan Deltamas tengah membuka akses jalan menuju Stasiun Whoosh Karawang.
“Itu kan ada jalan gabungan antara pihak Deltamas dengan THK (Trans Heksa Karawang) di sebelah kiri dan kanan. Itu yang kemarin diarahkan Kemenko (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) untuk jalan dulu, sambil menunggu penlok,” imbuhnya.

