Kendaraan Tenggak Pertamax Meningkat Jelang Nataru, Pertamina Ungkap Penyebabnya
BANTEN, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, jumlah kendaraan yang mengkonsumsi Pertamax (RON 92) mengalami peningkatan. Bahkan, konsumsi Pertamax disebutnya lebih banyak ketimbang Pertalite (RON 90).
"Memang sekarang menjelang Natal dan Tahun Baru, Pertamax lebih tinggi dari pada Pertalite. Menyangkut dengan BBM itu clear. Itu cadangan kita bisa sampai 18 hingga 20 hari," kata Bahlil dalam kunjungannya ke Terminal BBM Tanjung Gerem, Banten, Sabtu (21/12/2024).
Terkait hal ini, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyampaikan, peningkatan konsumsi Pertamax kemungkinan terjadi karena faktor harga. Pasalnya, dalam beberapa bulan belakangan Pertamax tidak mengalami kenaikan harga.
Dengan demikian, selisih harga antara Pertamax dengan Pertalite tidak terlalu besar. Hal ini memungkinkan masyarakat beralih ke Pertamax lantaran memiliki kualitas RON yang lebih tinggi ketimbang Pertalite. Saat ini Pertamax dijual seharga Rp 12.100 per liter, sedangkan Pertalite Rp 10.000 per liter.
"Selain itu juga kita melihat ini kan sudah mulai bergerak nih arus untuk pergerakan masyarakat untuk Natal maupun Tahun Baru ya. Termasuk memang kan liburan sekolah juga sudah mulai dan itu juga salah satu faktor yang meningkatkan konsumsi di Pertamax. Hingga saat ini naik 7,5%," ujar Heppy.
Dipaparkan oleh Heppy secara detail konsumsi rata-rata harian BBM. Untuk Pertalite memiliki ketahanan stok 20 hari dengan volume 82.572 kiloliter (KL) per hari. Pertamax punya ketahanan stok di 22 hari dengan volume 20.250 KL per hari.
"Pertamax turbo ini cukup tinggi, yaitu di 40-an hari dengan volume sekitar 800-an KL per hari. Untuk Biosolar, ini di sekitar 17 hari, dengan jumlah sekitar 95.000 KL per hari," ungkap dia.
Sementara itu, untuk Dexlite memiliki stok 38 hari dengan konsumsinya sekitar 1.700 KL per hari. Terakhir ada Avtur dengan ketahanan pasokan selama 28 hari dan rata-rata konsumsi 14.926 KL per hari.
"Kalau stok setiap hari berubah ya. Ini untuk kondisi stok per hari ini, dan stok ini akan terus kami pertahankan," sebut Heppy.

