Punya Potensi Besar, Ketum Kadin Anindya Bakrie Sebut Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus US$ 300 Miliar di 2030
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Menurutnya, sektor ini punya potensi besar untuk mencapai nilai ekonomi hingga US$ 300 miliar atau setara Rp 4.812 triliun (kurs Rp 16.040 per dolar AS) pada 2030 mendatang. Hal itu sejalan dengan perkembangan teknologi dan inovasi digital yang makin pesat.
Ia menjelaskan, nilai ekonomi digital di dalam negeri pada 2023 mencapai US$ 90 miliar (Rp 1.443 triliun) dan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 130 miliar (Rp 2.084 triliun) di tahun ini.
“Tahun 2030 berdasarkan beberapa analis Itu (nilai ekonomi digital RI) bisa sampai antara US$ 200-300 miliar,” dalam acara Indonesia Digital Economy Outlook 2025, di Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Sebut Indonesia Punya Tiga Pasar Masa Depan dalam Teknologi
Menurutnya, saat ini tidak banyak industri atau sektor yang dapat mencatatkan pertumbuhan 2,5 kali lipat dalam waktu lima tahun. Tentunya kontribusi dari nilai ekonomi digital di dalam negeri memiliki potensi yang sangat besar.
Di sisi bersamaan, Anindya juga menyatakan jika peran teknologi digital saat ini sangat vital, termasuk dalam penggerak utama perekonomian sebuah negara. Sekarang ini dunia sudah masuk di era perangkat lunak, aplikasi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca Juga
Sementara itu, melihat perjalanan transformasi digital di Indonesia, ia mengatakan jika proses ini dimulai dari pembangunan infrastruktur, kemudian berlanjut ke pengembangan aplikasi digital, dan sebagainya.
“Kalau aplikasi sendiri tentu dimulai seperti diketahui mulai dari eranya Traveloka, Gojek, Tokopedia, sampai kepada sekarang digital application itu buat frontier market,” kata Anindya.

