ESDM Klaim Kebutuhan Gas Bumi Dalam Negeri Bisa Terpenuhi Lewat Optimalisasi LNG
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim kebutuhan gas bumi dalam negeri bisa terpenuhi melalui optimalisasi liquefied natural gas (LNG) alias gas alam yang sudah dicairkan.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memaparkan, neraca gas Indonesia 2022-2030, rata-rata suplai gas bumi sekitar 15.087 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan rata-rata kebutuhan sekitar 11.615 MMSCFD.
"Secara nasional, perkiraan kebutuhan gas bumi hingga tahun 2030 dapat dipenuhi dengan pemanfaatan project dan potential supply, serta mengoptimalkan peran LNG," kata Yuliot Tanjung dalam acara Hilir Migas Conference & Expo Awards 2024, Kamis (12/12/2024).
Dijelaskan oleh Yuliot, untuk infrastruktur panjang pipa gas bumi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kementerian ESDM mencatat hingga November 2024, panjang pipa gas bumi mencapai 22.520,57 km.
“Dengan rincian panjang pipa transmisi 5.370,52 km, pipa distribusi 6.272,92 km, dan pipa jaringan gas bumi (jargas) 10.877,13 km,” ungkap dia.
Baca Juga
PGN Teken PJB LNG dengan Pelanggan Industri di Kawasan Timur Indonesia
Sementara itu, untuk peningkatan pemanfaatan gas bumi pada sektor industri maupun rumah tangga melalui jargas, sampai dengan september 2024, telah terpasang jargas dari APBN sebanyak 703.000 sambungan rumah (SR), dan jargas non-APBN sebanyak 400.000 SR.
"Prioritas gas domestik dilakukan dengan integrasi pipa gas sepanjang Sumatera, dan integrasi Sumatera-Jawa. Hal ini dilakukan untuk menyalurkan potensi gas bumi dari wilayah kerja (WK) Agung dan WK Andaman Aceh untuk dimanfaatkan di Jawa dan Sumatera," ujar Yuliot.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, integrasi pipa gas dari Sumatera ke Jawa dilakukan antara lain melalui investasi pembangunan pipa gas, yang memberikan manfaat seperti mendukung harga gas yang lebih terjangkau dan memenuhi kebutuhan gas untuk industri. Serta dapat digunakan untuk pembangkit listrik.
Baca Juga
PGN Teken Kontrak Penjualan LNG dengan 2 Pelanggan Industri di Kawasan Timur Indonesia

