Begini Cara Garuda Indonesia Perkuat Layanan Sambut Nataru 2024-2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Garuda Indonesia (Persero) akan memperkuat layanan kepada para penumpang jelang menghadapi periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan mengungkap, untuk memaskimalkan layanan menyambut periode Nataru 2025, pihaknya akan memperkuat tujuh hal strategis.
Di antaranya yang pertama, adalah operasional control center. Garuda Indonesia akan mengantisipasi irregularities selama operasional pada masa peak season libur Nataru.
"Kalau misalnya ada keterlambatan, ada kendala, baik di pesawat, cuaca maupun dengan traffic. Tentunya akan menjadi perhatian dan diatur oleh operasional control center," kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Lalu yang kedua, Garuda Indonesia juga akan memaksimalkan kesiapan cabin crew dan cockpit crew. Hal serupa, kata Wamildan, juga akan disiapkan oleh maskapai Citilink. Kemudian yang ketiga adalah kesiapan armada yang mencukupi. Wamildan mengatakan, nantinya akan ada pesawat yang standby selain daripada armada yang beroperasi secara reguler.
Kemudian yang keempat, adalah edukasi terhadap penumpang. Terkait hal ini, Wamildan menyebut Garuda Indonesia telah menyampaikan di kanal-kanal media yang ada soal alur penumpang untuk melaksanakan penerbangan. Baik ketika tiba, pre-flight, sampai dengan post-flight.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Ingin Tambah 20 Armada Pesawat Tahun 2025
"Kemudian (kelima) kami juga dari manajemen baik Garuda maupun Citilink. Kita akan mengaktifasi posko selama Nataru ini, yang tentunya nanti akan berkoordinasi aktif dengan tim InJourney Airport dan juga dari Kementerian Perhubungan dan juga BUMN," ujarnya.
Lalu yang keenam, adalah terkait kesiapan infrastruktur dan layanan darat. Wamildan mengungkap, Garuda Indonesia telah berkoodinasi langsung dengan direktur PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) soal kesiapan infrastruktur. Selain itu pihak Garuda Indonesia juga mengungkap telah berkoordinasi terkait persiapan dan kesiapan peralatan Ground Support Equipment (GSE) selama peak season kali ini.
"Dan tentunya yang terakhir kita akan memastikan pemenuhan standar layanan dari Garuda Indonesia," beber dia.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan maskapai penerbangan yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group akan menurunkan harga tiket pesawat selama periode Nataru kali ini. Kebijakan tersebut merupakan tindaklanjut dari Menteri BUMN Erick Thohir atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Arya mengungkap periode Nataru lazimnya akan terjadi tingginya peminatan penerbangan oleh penumpang lantaran masyarakat akan melakukan sejumlah kegiatan, seperti ibadah hingga berlibur. Dia menyinggung umumnya di negara-negara lain akan melakukan kebijakan untuk menaikkan harga tiket pesawat pada periode nataru.
"Kita ini juga termasuk negara yang agak laen begitu, justru menurunkan harga tiket 10% itu. Jadi malah turun harga tiket untuk penerbangan, ini adalah kolaborasi yang kuat antara semua, baik kementerian/lembaga maupun BUMN, seperti Pertamina," kata Arya.
Staf khusus Menteri Erick itu mengungkap, kebijakan menurunkan tarif tiket pesawat ditujukan untuk meringankan beban masyarakat selama periode libur Nataru. Dia menjelaskan, kebijakan menurunkan tarif tiket pesawat sebesar 10% akan berlangsung selama 16 hari, yaitu mulai tanggal 19 Desember 2024 sampai dengan 3 Januari 2025 dan berlaku untuk tiket yang belum terjual.

