Di Indonesia Investment Forum di London, Ketum Kadin Anindya Bakrie Beberkan Peluang Investasi Hilirisasi, EBT, hingga Pasar Karbon
JAKARTA, investortrust.id– Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Indonesia Anindya N Bakrie mengungkapkan Indonesia juga memfokuskan pada pengembangan proyek energi terbarukan dan hilirisasi industri. Indonesia juga tengah gencar mengembangkan pasar karbon.
Demikian sambutan Ketum Kadin Indonesia Anindya di acara Indonesia Investment Forum tahun 2024 di Hotel Raffles, London, Inggris, Jumat pagi 22 November 2024 waktu setempat. IIF tersebut dihadiri sekitar 180 pengusaha dari Inggris.
Baca Juga
Acara yang dibuka Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya Desra Percaya tersebut juga dihadiri Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Executive Chairman of Tony Blair Institute for Global Change. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani juga hadir dan sebagai pembicara.
Anindya menyebutkan bahwa Indonesia tengah memfokuskan pengembangan proyek energi terbarukan dan hilirisasi industri. "Indonesia berkomitmen untuk membangun sebanyak 100 GW energi baru dalam lima tahun ke depan. Sebanyak 75% dari energi baru akan berasal dari energi baru terbarukan (EBT)," kata dia dalam sambutannya.
Selain membangun pembangkit energi baru secara massif, dia mengatakan, Indonesia akan membangun jalur transmisi 70.000 km untuk mendistribusikan Listrik hijau ke pusat permintaan di seluruh pulau Indonesia.
Baca Juga
Indonesia juga tengah menggelar reboisasi besar-besaran lahan lebih dari 12 juta hektare hutan rusak. Reforestasi akan diterapkan dengan mengubah lahan menjadi hijau tanaman keras. "Dan akhirnya, kami akan membangun pasar karbon terverifikasi di Indonesia untuk memobilisasi aliran dana dari Utara ke Selatan," ungkap Anindya.
Terkait investasi, Anindya Bakrie menekankan, perlunya mendorong investasi asing (foreign direct investment/FDI) yang dapat menciptakan lapangan kerja. Indonesia dengan memanfaatkan lokasi strategis, investasi berorientasi ekspor dan juga investasi energi bersih sangat penting untuk ditingkatkan.
"Dengan keahlian Inggris melengkapi pasar Indonesia yang dinamis guna mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8%, apalagi setelah adanya roadmap kemitraan Indonesia-Inggris 2022-2024. Kita tidak hanya membangun ekonomi yang lebih kuat, tetapi bekerja sama untuk menanggulangi tantangan global," kata Anindya.

