SKK Migas Catat Lifting Migas hingga Oktober 2024 masih di Bawah Target, tapi Tambahan Sumber Daya Melesat
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan lifting migas nasional hingga Oktober 2024 baru mencapai 1,54 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan, angka tersebut memang masih belum mencapai target lifting migas tahun 2024, baik yang tertera di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Work Program and Budget (WP&B).
“Dengan target 1,66 juta BOEPD dalam APBN 2024 dan 1,58 juta BOEPD dalam WP&B 2024, realisasi sampai dengan Oktober adalah 1,54 juta BOEPD,” kata Djoko Siswanto dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Senin (18/11/2024).
Baca Juga
SKK Migas Pastikan Penerimaan Negara dari Hulu Migas Tahun 2024 Lampaui Target
Padahal target tahun 2024, menurut dia, sudah diturunkan sebanyak 0,96% dari realisasi tahun 2023 mencapai 1,56 juta BOEPD. Angka 1,54 juta BOEPD hingga Oktober 2024 tersebut baru merefleksikan 93,82% dari target APBN 2024.
Kendati demikian, Djoko Siswanto menyampaikan, KPI SKK Migas sejatinya bukan hanya lifting migas. Tambahan sumber daya migas dari eksplorasi juga bagian dari hal penting.
“Tambahan sumber daya migas dari hasil eksplorasi yang kita lakukan, yaitu target tahun ini sebesar 305.000 BOEPD. Namun sampai Oktober 2024 sudah ada tambahan potensi sumber daya migas sebesar 1,20 juta BOEPD. Angka ini jauh di atas target yang sudah ditetapkan,” beber Djoko Siswanto.
Baca Juga
Investasi Hulu Migas Diprediksi Tak Capai Target 2024, Bos SKK Ungkap Penyebabnya
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Djoksis itu menyebutkan, KPI lainnya adalah terkait rasio penggantian cadangan atau reserve replacement ratio (RRR) sudah mencapai target.
“Jadi migas yang sudah kita produksikan, kita gantikan dengan yang baru. Realisasi KPI RRR ini sudah melampaui target dengan capaian 152%, bahkan diharapkan menjadi 170% akhir tahun ini,” ucap dia.

