Pakar UB Tawarkan Teknologi Sumur Injeksi Atasi Penurunan Muka Tanah Pantura Jawa
JAKARTA, investortrust.id – Guru Besar Teknik Pengairan Universitas Brawijaya (UB), Mohammad Bisri menawarkan solusi kepada pemerintah untuk membangun sumur injeksi guna mengatasi penurunan permukaan tanah atau land subsidence di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
“Tentang land subsidence itu saya punya teknologi, namanya Low Intake Development Sumur Injeksi. Sumur injeksi itu menggantikan waduk-waduk besar. Ini (sumur injeksi) untuk di kampung-kampung,” kata Bisri dalam acara Forum Alumni Pengairan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Dia juga mengklaim, biaya untuk membangun 1 unit sumur injeksi saja hanya mencapai Rp 7 juta. “Itu (sumur injeksi) menggantikan waduk yang di kotanya nggak ada lokasi, diganti oleh sumber injeksi. Di Malang sudah ada 1.000 sumur injeksi, itu sangat murah meriah ongkosnya hanya Rp 5 – 7 juta,” ujar Bisri.
Baca Juga
Mari Elka Sebut Langkah Mitigasi Perubahan Iklim Dunia Butuh Biaya US$ 6 Triliun
Bisri juga pernah menyarankan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun sumur injeksi mulai dari Jakarta Selatan hingga Jakarta Utara.
“Saya dulu menyarankan, waktu saya rektor UB, mestinya Jakarta dibuatkan sumur injeksi mulai dari Selatan dulu, dan (dibangunnya) tidak di jalan-jalan besar, tapi di kampung-kampung. Nanti kalau kedalaman intrusinya itu 5 meter, kita buat sumur injeksi 4 meter. Bergeser dari Selatan terus ke Tengah (Pusat), terus ke Utara. Itu menangani land subsidence,” tutup dia.
Melansir malangkota.go.id, Glintung RW 23 adalah sebuah kampung padat penduduk yang berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Kampung Glintung merupakan sebuah kampung urban perkotaan dengan jumlah penduduk sekitar 350 jiwa.
Seperti kampung urban lainnya, dulunya Kampung Glintung memiliki sederet permasalahan yakni permukiman kumuh, kriminalitas tinggi, hingga kawasan langganan banjir.
Baca Juga
Cinema XXI (CNMA) Kantongi Sertifikasi Halal Produk Mamin di Seluruh Bioskop
Perubahan Kampung Glintung dimulai dari inisiasi Ketua RW 23 Bambang Irianto yang mengajak warganya untuk melakukan pelestarian lingkungan.
Khusus untuk mengatasi permasalahan banjir, Bambang bersama warga membangun tujuh sumur resapan. Kemudian, dibuat juga 700 biopris standar dari kaleng bekas cat 5 kg, dan 2000 biopris superjumbo dari kaleng bekas cat ukuran 25 kg untuk memaksimalkan resapan.
Usaha tersebut pun berhasil mengatasi masalah banjir di Kampung Glintung. Tak hanya itu, air tanah di Kampung Glintung juga kembali sehat dan baik. Sumur warga naik 5 meter, pasokan air bersih menjadi aman.

