Tingkatkan Kapasitas Produksi Hingga 5 Kali Lipat, Bio Farma Bakal Bangun Pabrik Baru
JAKARTA, investortrust.id - PT Bio Farma (Persero) berencana membangun pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin hingga lima kali lipat.
Wakil Direktur Utama Bio Farma Soleh Ayubi menyebut kapasitas produksi pabrik yang sudah ada tidak dapat ditingkatkan lagi. Lokasinya yang berada di tengah kota tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan atau ekspansi.
Sebagai catatan, produksi vaksin Bio Farma selama ini dilakukan di pabrik yang berada di wilayah Pasteur, Bandung. Selain berdampingan dengan Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin, pabrik tersebut juga berdampingan dengan pusat aktivitas masyarakat setempat.
"(Pabrik di Pasteur) itu dibangun 130 tahun yang lalu di tengah hutan waktu itu. Sekarang itu sudah di tengah kota dan penuh banget. Penuh banget dan memang dari sisi keamanan juga kurang bisa mumpuni," katanya di kantor Kementerian BUMN, Jumat (1/11/2024),
Baca Juga
Top! Bio Farma Amankan Kontrak Ekspor Vaksin Rp 1,4 Triliun Tahun 2025
Lebih lanjut, Soleh menyebut pihaknya sudah mengantongi tiga lokasi yang memungkinkan untuk dibangun pabrik vaksin baru Bio Farma. Sayangnya, dia belum bisa mengungkapkan di mana lokasi tersebut lantaran masih dalam tahap pengkajian.
"Sekarang sedang kita cari dan dari pemerintah juga mencari satu tempat yang memang kita siapkan juga untuk 50-100 tahun ke depan," ungkapnya.
Menurut Soleh, penentuan lokasi pabrik baru Bio Farma tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Sebab, ada banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti analisis dampak lingkungan (AMDAL), ketersediaan air, energi hijau yang digunakan dan lainnya.
"Air itu yang di Pasteur kita butuh 5 juta liter setahun itu untuk industri vaksin ya. Jadi nanti kita sedang dianalisis ketersediaan air, macam-macam lah yang sedang kita lakukan, energi hijau itu juga menjadi kunci ya," tuturnya.
Selain meningkatkan kapasitas produksi hingga lima kali lipat, pabrik baru Bio Farma disebut-sebut berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 10 kali lipat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah terus mengupayakan agar Bio Farma bisa menjadi salah satu pusat produksi vaksin dunia. Oleh karena itu, pemerintah mendorong Bio Farma untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Baca Juga
Entaskan Tuberkulosis (TBC), Indonesia Lakukan Tiga Uji Vaksin
"Bahkan kita dorong produksinya untuk 10 tahun ke depan. Kalau bisa, bisa naik lima kali lipat. Ini berbagai jenis vaksin ya, ada vaksin kanker serviks ada macam-macam," ujarnya.
Lebih lanjut, Erick menyebut Indonesia saat ini sudah masuk dalam rantai pasok vaksin global melalui Bio Farma. Kemampuan Bio Farma sudah terbukti saat pandemi Covid-19 yang berhasil mengembangkan dan mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk masyarakat Indonesia dengan baik.
"Kita tahu kinerja Bio Farma selama pandemi Covid-19 sendiri luar biasa, dimana kita waktu itu memastikan vaksin covid hadir di Indonesia, dikelola dengan baik, didistribusi dengan baik. Sehingga saat itu Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat suntikan vaksin untuk proteksi kepada keselamatan masyarakat yang terdepan waktu itu," tuturnya.

