Jelang Pelantikan Prabowo, Bos BKPM 'Update' Investasi Asing Mau Masuk ke IKN
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024 mendatang, Rosan Perkasa Roeslani selaku menteri Investasi/kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan update soal kelanjutan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya kepercayaan investor terhadap proyek IKN cenderung meningkat.
"Jadi menurut saya, seeing is believing (melihat berarti percaya) jadi kalau kita ke sana. Saya ada beberapa pembicaraan lagi dengan investor asing juga untuk berinvestasi di IKN, dan mereka sudah melihat, sudah mulai terbentuk, dan sudah mulai terbangun ekosistemnya," beber Rosan di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Dipaparkan Rosan, sejak tahun 2023 hingga September 2024 telah dilakukan sejumlah groundbreaking proyek-proyek strategis di kawasan IKN. Di antaranya pembangunan hotel, rumah sakit, sekolah hingga berbagai fasilitas olahraga seperti lapangan golf. "Sudah tanda tangan juga, ada 3-4 (investor) malah yang mau membangun lapangan golf," sambung dia.
Baca Juga
Top! 10 Tahun Jokowi, Realisasi Investasi Tembus Rp 9.117,4 Triliun
Dilansir dari berbagai sumber, investor yang berencana membangun lapangan golf di kawasan IKN adalah PT Citra Kotabaru Nusantara (Ciputra Group). Ciputra Group diketahui akan membangun kawasan terpadu terdiri dari perumahan, hotel, lapangan golf, MICE (meeting, incentive, conference dan exhibition) dan botanical garden.
Lalu ada PT Intiland, berencana membangun megaproyek yang mencakup Grand Whiz Nusantara, Nusantara Quarter dan Royale Nusantara Golf Resort & Residence. Adapun megaproyek ini telah dilakukan groundbreaking pada Agustus 2024 lalu.
Pada kesempatan yang sama, Rosan juga memberikan update perihal kunjungannya ke Singapura beberapa waktu lalu, ketika ia sebagai Kepala BKPM itu melakukan penjajakan dengan pemerintah setempat. Hasilnya, salah satu anak usaha milik pemerintah Singapura berencana untuk berinvestasi di IKN.
"Sembcorp Singapura, mereka investasi di solar panel di sana (IKN) kurang lebih nilainya US$ 60 juta, Insyaallah, akhir tahun ini sudah selesai dan jadi, tenaganya tenaga bersih itu di IKN," tutur dia.

