BKKBN dan KKP Perkuat Kolaborasi untuk Wujudkan Ekonomi Biru
JAKARTA, investortrust.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Keamanan Laut RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (14/10/2014).
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dengan beberapa stakeholder dalam rangka mewujudkan Ekonomi Biru yang inklusif dan berkelanjutan, terutama dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting (PPS) untuk menciptakan SDM Berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Penandatanganan ini, juga dilakukan oleh Kepolisian RI, dan Bank Mandiri.
"KKP tidak bisa bekerja sendiri dengan luasan Indonesia yang begitu besar. Ada 17.504 pulau yang tidak bisa dijangkau secara manual. Kita juga sudah memiliki teknologi satelit, tapi tidak bisa menjangkau yang lebih detail lagi karena sedang dalam tahap pembangunan yang lebih baik lagi," ucap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Selasa (15/10/2024).
Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan yang bisa mendukung mengatasi keterbatasan-keterbatasan itu, yaitu bersinergi dan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkait seperti Bakamla, Kepolisian RI, BKKBN. "Lalu, pendukung utama kita di sektor keuangan yaitu Bank Mandiri," ucap Trenggono.
Baca Juga
Industri Hulu Migas Membara, Saham Sunindo (SUNI) Diprediksi Menuju Level Rp 1.200
Menteri Trenggono juga menambahkan bahwa KKP telah mengimplementasikan lima arah kebijakan Ekonomi Biru, yaitu memperluas kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya laut, pesisir, dan darat yang berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan Bulan Cinta Laut. "Dalam implementasinya KKP perlu dukungan stakeholder," ujar Wahyu Trenggono.
Kerja sama KKP dengan para mitra ini meliputi kerja sama baru dan juga kerja sama untuk melanjutkan kolaborasi yang sudah berjalan sebelumnya. KKP dan BKKBN bekerja sama mendorong konsumsi ikan bagi keluarga di wilayah pesisir untuk mencegah stunting dan pelaksanaan program pengarusutamaan gender.
“Diharapkan kolaborasi dan sinergi kemitraan ini bisa mendorong potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Sehingga Indonesia dapat menguasai pasar global di masa depan,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala BKKBN, Sundoyo, menyampaikan bahwa kerjasama ini dijalin dalam rangka PPS dan penciptaan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga
Komitmen Dorong Ekonomi Biru, Bank Mandiri dan KKP Perkuat Sinergi
"Semoga BKKBN selaku Ketua Pelaksana PPS dapat terus bekerjasama bersama para mitra terkait, khususnya KKP. Karena PPS tidak bisa ditangani hanya oleh salah satu pihak saja, melainkan harus bekerjasama dengan mitra-mitra terkait," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa untuk menurunkan angka stunting bukan hanya bermula dari bayi lahir, tetapi harus dibenahi dulu gizi calon pengantin atau calon orangtuanya. Kemudian memperbaiki juga bagaimana cara pemenuhan gizi agar mereka sehat, salah satunya melalui pembiasaan makan ikan yang merupakan salah satu kekayaan Indonesia. (CR-4)

