Kementerian Investasi/BKPM Fokus pada Hilirisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan sektor hilirisasi sebagai salah satu pilar utamanya. Direktur Hilirisasi Perkebunan, Kelautan, Perikanan, dan Kehutanan Mohamad Faizal, menyampaikan tetap optimis bahwa langkah-langkah strategis dapat membantu mencapai rata-rata pertumbuhan 6% hingga 7%.
"Tantangan dalam investasi di sektor hilirisasi pasti akan selalu ada, terutama di industri minerba, seperti biaya dan risiko investasi. Namun, kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mengatasinya," jelas Faizal.
Selain itu, Faizal mencatat adanya peluang besar di sektor hilirisasi untuk pengembangan teknologi pengolahan, infrastruktur, dan daya saing produk turunan. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan vokasi yang mendukung industri domestik untuk memperkuat ekosistem hilirisasi.
"Kami di Kementerian Investasi/BKPM telah menyiapkan berbagai tahapan dan rencana aksi untuk mengatasi kendala-kendala ini, termasuk kajian pendukung yang komprehensif," tegasnya.
Kementerian Investasi/BKPM telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi yang harapannya dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait peluang investasi di sektor hilirisasi dan membuka akses bagi investor potensial dan investor eksisting..
Faizal menambahkan, terdapat tiga strategi utama yang dapat diimplementasikan untuk mencapai transformasi ekonomi di antaranya, hilirisasi industri, ekonomi hijau, dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan fokus pada hilirisasi industri dan pengembangan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sesuai target yang telah ditetapkan.
Dalam Peta Jalan Hilirisasi setidaknya terdapat 21 komoditas yang menjadi prioritas program hilirisasi, mulai dari mineral hingga bahan tanaman. Oleh karena itu, hilirisasi akan mencakup tidak hanya sektor pertambangan seperti nikel, timah, dan tembaga, tetapi juga sektor perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kementerian Investasi/BKPM percaya bahwa tantangan di sektor hilirisasi akan dapat dilewati, dan Indonesia akan melangkah lebih dekat menuju Indonesia Emas 2045.

