Apresiasi PMI Manufaktur RI Terus Ekspansif, Ketum Kadin Anindya Ungkap Industrialisasi Terjadi
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi capaian Purchasing Manager’s Index (PMI) atau indeks manufaktur Indonesia yang terus ekspansif di atas angka 50 dalam jangka waktu lebih dari 30 bulan berturut-turut.
Hal tersebit disampaikan Anindya dalam acara Sarasehan bersama Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang bertajuk ‘Sinergi Pembangunan Industri 2025-2029’.
“Patut diapresiasi bahwa selama 35 bulan berturut-turut, PMI indeks Indonesia berada di atas 50. Apa artinya? Industrialisasi sedang terjadi,” ucap Anindya Bakrie di Kantor Kadin, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2024).
Baca Juga
Teduh, Ketum Kadin Anindya Bakrie Berpose Bersama Arsjad Rasjid
Dia mengatakan, PMI Manufaktur Indonesia yang ekspansif tersbeut menandakan terjadinya industrialisasi. Hal ini menggambarkan terjadi peningkatan nilai tambah dan tentu bisa menyumbang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Industrialisasi sangat penting buat kita, karena menghasilkan nilai tambah. Bisa bayangkan kalau hanya bahan mentah itu nilai tambahnya sangat sedikit. Tapi selama 35 bulan berturut-turut ini tidak main-main,” ungkapnya.
Kendati demikian, Anindya pun tak menampik, kalau PMI Manufaktur Indonesia sempat mengalami kontraksi selama beberapa bulan terakhir. Oleh sebab itu, saatnya Kadin Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah untuk mendukung kemajuan industri dalam negeri.
Baca Juga
“Tapi, saya yakin kiat-kiatnya yang jangka panjang sudah disiapkan. Nah, disinilah Kadin sebagai mitra strategis pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987 wajib kita mendengarkan dan mengerti,” terang Anindya.
Nanti usai pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2024, menurut dia, Indonesia bisa hit the ground running. “Jadi langsung jalan dan itu semua juga ada di dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional atau biasa disebut RIPIN,” tambahnya.

