Temui Menkominfo, Dubes AS Singgung Kehadiran Starlink di RI, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir menyinggung kehadiran Starlink di Indonesia saat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Kamis (27/9/2024) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta Pusat.
Lakhdir menyebut kehadiran Starlink merupakan bentuk dukungan sektor swasta AS untuk meningkatkan konektivitas, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Layanan internet berbasis satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) tersebut diklaim ikut memperkuat ketahanan infrastruktur digital Indonesia.
“Starlink memberikan solusi alternatif yang membantu dalam menghadapi tantangan geografis Indonesia yang luas, serta memperkuat ketahanan infrastruktur digital,” katanya, mengutip keterangan resmi Kemenkominfo.
Baca Juga
Starlink Gratiskan Layanan dalam Keadaan Darurat, Begini Tanggapan Kemenkominfo
Pada kesempatan tersebut, Lakhdhir juga menekankan pentingnya kerja sama Indonesia dengan AS dalam pembangunan pusat data, kabel bawah laut, dan pelatihan keamanan siber di Tanah Air. Dia berharap kerja sama tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat.
"Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi ini, dan berharap dapat merealisasikan kerja sama strategis ini di kuartal pertama tahun depan," ujarnya.
Sementara itu, Budi Arie menyebut AS telah lama menjadi pemimpin dalam teknologi digital dan keamanan siber. Oleh karena itu, Indonesia berharap dapat mempelajari praktik-praktik terbaik mereka untuk mempercepat agenda transformasi digital.
Budi Arie mengungkapkan peluang bagi kedua negara untuk memperdalam kemitraan dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Baca Juga
Starlink Resmi Tunjuk Primacom Jadi Reseller untuk Segmen Korporasi
“Pertemuan hari ini, selain menjadi ajang silaturahmi, juga merupakan peluang bagi kedua negara untuk memperdalam kemitraan dalam berbagai sektor, termasuk teknologi 5G, keamanan siber, dan sektor teknologi informasi dan komunikasi,” tuturnya.
Menkominfo optimistis akan lebih banyak peluang kerja sama, terutama dalam pembangunan infrastruktur digital seperti pusat data dan kabel bawah laut. Apalagi, Kamala Shirin Lakhdhir pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Indonesia pada periode 1994-1996.
"Dengan latar belakang hubungan strategis selama beberapa dekade, kami berharap pertemuan ini akan membuka lebih banyak peluang kerja sama,” tuturnya.

