Gempuran Produk Halal Impor Masih Jadi Tantangan Industri di Dalam Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, salah satu tantangan industri halal di Indonesia adalah maraknya produk halal impor.
Produk halal impor yang masuk ke Indonesia dilengkapisertifikat halal dari lembaga halal luar negeri (LHLN) yang telah memiliki mutual recognition agreement (MRA) dengan Indonesia dan telah teregistrasi untuk bisa masuk ke Tanah Air. Produk halal impor yang masuk ke Indonesia meliputi bahan baku untuk kebutuhan industri di dalam negeri dan produk hilir yang dapat langsung dikonsumsi.
Baca Juga
Gali Potensi Besar Industri Halal Indonesia, Kemenperin Gelar Halal Indo Expo
Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai impor produk halal ke Indonesia pada 2023 mencapai US$ 11,10 miliar.
Sekjen Kemenperin, Eko SA Cahyanto mengungkapkan, untuk bisa bersaing dengan produk halal impor, para pengusaha di dalam negeri juga harus memahami dan menaati aturan wajib sertifikasi halal.
"Kewajiban-kewajiban tentang kehalalan produk sudah diatur dalam Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelaksanaan Jaminan Produk Halal," ucap Eko saat ditemui usai pembukaan acara Halal Indo di ICE BSD, Tangerang, Kamis (26/9/2024).
Eko menjelaskan, sertifikasi halal diperlukan untuk memastikan kegiatan produksi suatu produk atau jasa telah sesuai syariat Islam. “Nah, ini kita dorong terus, karena memang sekali lagi, agar daya saing industri kita bisa naik, meningkat," ujar dia.
Baca Juga
Jokowi Tegaskan Indonesia Punya Potensi Besar Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Menurut Eko, industri halal Indonesia sangat mumpuni untuk berdaya saing dengan negara lain. Pasalnya, sejumlah produk, seperti makanan dan minuman, kosmetik, peralatan rumah tangga, dan pakaian bisa diproduksi di dalam negeri dan bersertifikasi halal.
"Kita punya banyak sekali lini produk, varian produk. Mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, sampai peralatan-peralatan yang dibutuhkan kita sehari-hari, termasuk pakaian dan alas kaki yang memang sudah bersertifikasi halal. Jadi, dari sisi kemampuan, kita bisa memproduksi dan menyuplai permintaan," papar Eko.

