Kemenparekraf Ungkap Tantangan Besar Industri Gim Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh industri gim (game) di Indonesia untuk memaksimalkan potensinya yang terbilang besar.
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan potensi pendapatan dari industri game di Indonesia mencapai US$ 367 miliar pada 2024.
Namun, tantangan yang harus dihadapi untuk memaksimalkan potensi pendapatan tersebut juga tidak mudah dan perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
"Ada tantangan untuk menjadi ekosistem ideal, terbukti masih ada studio game yang gagal produksi dan disebabkan beberapa hal lain, termasuk kekurangan dana, kekurangan SDM (sumber daya manusia), dan masalah teknis lainnya," ujar Niel di acara Ayo HARGAI (Hari Game Indonesia), di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Kacau! 99,5% Pendapatan Industri Gim Indonesia Mengalir ke Luar Negeri
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kemenparekraf adalah menetapkan tanggal 8 Agustus sebagai Hari Game Indonesia. Pada peringatan Hari Game Indonesia tahun ini, delapan game terpilih berkesempatan untuk mendapatkan bantuan saluran promosi dari pemerintah.
Adapun, delapan game yang dimaksud Niel seluruhnya merupakan karya pengembang (developer) game dari dalam negeri, meliputi Paw Rumble (Nuon Games), Lokapala (Anantarupa Studios), Epic Conquest (Gaco Games). Kemudian Marbel TK Paud (Educa Studio), Selera Nusantara (Gambir Game Studio), Warteg Gelora (MEGAXUS), dan Dadoo (Algorocks), dan Where is My Cat (SLAB Games).
Upaya promosi yang akan dilakukan oleh Kemenparekraf salah satunya adalah Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Game Prime yang akan digelar pada 17-18 Agustus 2024 di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.
Nah, nantinya delapan ini diikutkan di situ, selain 12 game lokal lainnya yang lolos kurasi untuk dipamerkan di acara tersebut. Itu acara harapannya bisa mengundang 20.000-30.000 pengunjung," tambah Niel.
Selain itu, Niel menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) juga akan menggelar Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) pada Oktober 2024 mendatang. IDGX merupakan program akselerator untuk meningkatkan kapasitas developer game Tanah Air dan membuka potensi pendanaan juga kolaborasi.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di akun Instagram-nya @luhutpanjaitan juga menyebut Indonesia sebagai pasar terbesar industri game, khususnya game yang dimainkan di ponsel (mobile gaming).
"Indonesia tercatat sebagai pasar mobile gaming terbesar ketiga di seluruh dunia, berdasarkan hasil unduhan di Google Play. Pada 2025 mendatang, potensi pasar gim Indonesia diprediksi mencapai US$2,5 miliar," kata Luhut di akun Instagramnya, Kamis (8/8/2024).
Sayangnya, Luhut mengatakan pangsa pasar game di Indonesia nyaris dikuasai sepenuhnya oleh game asing. Game karya anak bangsa hanya menguasai 0,5% dari total pasar.
Padahal, game dari dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk alat edukasi yang efektif dan kreatif. Menurut Luhut, nilai-nilai budaya dan kekayaan tradisi Nusantara bisa diperkenalkan dengan cara yang lebih menyenangkan lewat game.
"Selain itu, gim juga menjadi medium penyampai pesan-pesan edukatif untuk memperkenalkan sejarah peradaban bangsa dan kearifan lokal kepada generasi muda, dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Beberapa gim buatan Indonesia telah berhasil menjadi salah satu instrumen penguatan diplomasi ekonomi dan budaya, baik di regional maupun internasional,” tutur Luhut.
Hal tersebut yang melatarbelakangi lahirnya Perpres 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan potensi besar yang dimiliki oleh para developer game lokal, dan menjadikan gim buatan Indonesia sebagai bagian dari industri global yang terus berkembang.
"Mari kita gunakan dan nikmati game-game lokal. Hal tersebut bukan hanya mendukung para developer dan industri kreatif dalam negeri, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saya ingin di masa depan, generasi muda kita bukan hanya menjadi konsumen game saja, tetapi mereka menjadi kreator dan developer gim terkemuka di kancah global," tegasnya.

