Jokowi Ungkap RI Untung Rp 510 Triliun dari Hilirisasi Nikel
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, Indonesia meraup untung Rp 510 triliun atau sekitar US$ 34 miliar dari kebijakan hilirisasi nikel. Angka itu melonjak dari sebelumnya yang hanya Rp 33 triliun.
Jokowi menjelaskan, kebijakan hilirisasi nikel dimulai pada 2020 dengan menyetop ekspor raw material. Saat itu, muncul pro dan kontra karena kebijakan itu akan membuat Indonesia kehilangan US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Namun, Jokowi tetap melanjutkan kebijakan tersebut.
"Saya saat itu meyakini nilai tambah akan melompat naik dan tadi seperti dikatakan Pak Menko Luhut Binsar Pandjaitan sekarang sudah US$ 34 billion dari ekspor nikel kita. Dari yang sebelumnya Rp 33 triliun melompat menjadi kira-kira Rp 510 triliun. Lompatan sangat besar sekali," kata Jokowi saat meresmikan pabrik bahan anoda baterai litium PT Indonesia BTR New Energy Material yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (7/8/2024).
Baca Juga
Jokowi Sebut Ekosistem Besar Kendaraan Listrik Indonesia Mulai Terlihat Nyata
Jokowi mengatakan, pada awal kebijakan ini berjalan, Indonesia digugat oleh Uni Eropa. Namun, Jokowi menekankan,, Indonesia merupakan negara berdaulat yang tidak bisa didikte oleh siapa pun, dan kepentingan nasional di atas segalanya.
Untuk itu, Jokowi memastikan akan terus maju dan menghadapi setiap gugatan. Ditegaskan, Indonesia tidak akan mundur, apalagi setelah ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terbangun.
"Kita sudah punya industri ekosistem besar dari EV maupun EV baterai sudah kita miliki. jadi yang kita impikan sebuah ekosistem besar kendaraan listrik yang kuat dan terintegrasi satu per satu mulai kelihatan," katanya.
Jokowi memaparkan, industri yang menjadi bagian dari ekosistem EV yang mulai berjalan saat ini terdiri dari smelter nikel dan turunannya di Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng), Weda Bay Maluku Utara (Malut), dan lokasi-lokasi lainnya sudah mulai berjalan.
Baca Juga
Resmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Litium, Jokowi: Perkuat Ekosistem EV
Kemudian, smelter dari PT Freeport dan juga PT Amman di Sumbawa dan Gresik sudah mulai berproduksi pada Agustus atau September. Selanjutnya, smelter bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat juga akan mulai percobaan produksi
"Kalau semuanya jadi sekali lagi ekosistemnya akan terbangun kita bisa akan masuk ke global supply chain yang itu akan memberikan nilai tambah yang besar, baik masalah rekrutmen tenaga kerja maupun terhadap pertumbuhan ekonomi kita," kata Jokowi.

