Menteri ESDM Optimistis Target Produksi Gas 12 BCF Bisa Terwujud Tahun 2030
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meyakini, target produksi gas 12 billion cubic feet (BCF) di tahun 2030 bisa tercapai. Optimisme ini tak lepas dari produksi gas nasional yang terus menunjukkan tren yang positif dan stabil.
Arifin menyebut, kondisi tersebut memberikan semangat baru bagi industri energi Indonesia. Dengan prospek yang cerah, gas bumi dinilai akan menjadi tulang punggung energi masa depan karena kestabilan produksinya akan memastikan pasokan yang andal untuk industri, rumah tangga, dan sektor lainnya.
"Mengenai gas bumi memang sempat turun, tetapi terdapat tren kenaikan dan mengenai target 12 BCF insya Allah bisa tercapai. Terutama dengan adanya temuan-temuan baru dari WK South Andaman, Andaman 2 dan North Ganal," kata Arifin Tasrif di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, akhir pekan lalu.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi gas bumi pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 6.635 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Angka tersebut mencatatkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga
Harga Emas Antam Terpeleset Turun Rp 8.000 per Gram Senin Pagi
Arifin memandang, pada tahun 2027-2028, beberapa proyek strategis di sektor hulu migas akan sangat penting untuk meningkatkan produksi gas bumi Indonesia.
Proyek Geng North diperkirakan akan menghasilkan 1.000 MMSCFD tambahan dengan cadangan 4,1 TCF. Sedangkan proyek IDD Gandang Gendalo diperkirakan akan menghasilkan 4.900 MMSCFD dengan cadangan 6,3 TCF. Proyek Andaman juga memiliki potensi besar dengan produksi 527 MMSCFD dan cadangan sekitar 6,3 TCF.
Munurut Arifin, penemuan WK Migas tersebut menunjukkan bahwa potensi gas alam Indonesia cukup besar dan terus dikembangkan, yang memberikan harapan baru untuk produksi gas bumi di masa mendatang.
Pemanfaatan gas bumi dalam negeri sendiri terus melonjak dan telah mencapai sekitar 68%. Kondisi ini menandakan gas bumi menjadi sumber energi yang semakin andal dan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya LPG.
Baca Juga
"Gas menjadi andalan dalam transisi energi. Pemanfaatan gas domestik sekitar 68% dan semakin meningkat serta mengurangi impor LPG dan produk bahan bakar," terang dia.
Sementara itu, dalam upaya mencapai target transisi energi, Indonesia terus berupaya mengembangkan sumber daya energi domestik. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan fokus pada pengembangan sektor gas bumi. Penemuan cadangan gas bumi baru di wilayah Andaman dan sekitarnya menjadi angin segar bagi upaya ini.
"Dengan ada temuan baru dapat dipake di dalam negeri menjadi andalan kita mendukung transisi energi sebagai jembatan sebelum energi baru masuk," ujar Arifin.

