Tingkatkan Konektivitas di Indonesia Timur, Pelni Diapresiasi Menhub
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dalam dukungannya membangun konektivitas antar wilayah, terutama Indonesia bagian Timur, melalui kapal perintis Pelni.
“Saya apresiasi yang dikerjakan Pelni selama ini. Banyak sekali hal-hal yang dilakukan, khususnya berkaitan dengan konektivitas laut di Indonesia bagian timur,” ujar Budi Karya saat ditemui di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Perlu diketahui, saat ini Pelni melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP). Kapal perintis itu berlabuh di 236 pelabuhan dengan total 2.844 ruas rute trayek.
Baca Juga
Pelni Bidik Angkut Penumpang Sampai 5,5 Juta Orang Hingga Akhir Tahun 2024
Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, angkutan kapal perintis selama 10 tahun masa kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) total trayek yang dimiliki mencapai 1.070 kapal perintis dengan pertumbuhan 3% per tahun. Di mana, total penumpang berjumlah 5.901.027 orang dengan pertumbuhan 13% per tahun.
Persebaran Konektivitas Trayek Perintis Tahun 2024
Di sisi lain, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Capt. Antoni Arif Priadi menyampaikan, saat ini pemerintah melayani trayek perintis berkisar 107 kapal perintis yang berlabuh di 496 pelabuhan di 22 provinsi Indonesia.
Ia merincikan, trayek perintis di Indonesia bagian Timur terdapat 54 trayek, Indonesia bagian Tengah (41 trayek), dan Indonesia bagian Barat (12 trayek).
“54% trayek itu ada di Indonesia Timur, yang (Indonesia) Tengah 41 trayek atau 38%. Sisanya, Indonesia Barat itu 11%,” paparnya dalam acara Talkshow bertajuk Peluang dan Tantangan Pelni di Era Media Sosial, Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Baca Juga
Menhub Budi Karya Beberkan Rangkaian Terakhir Trem Otonom Telah Tiba
Antoni juga mengungkapkan, rata-rata anggaran untuk satu trayek saja berkisar Rp12 – 20 miliar dengan rata-rata jarak tempuh sekitar 10.000 kilometer (km).
“Jadi kalau dihitung per kilometer itu yang kita subsidi adalah 120 juta dibagi dengan jumlah orang, dibagi dengan jumlah muatan, murah banget daripada subsidi kereta api KRL (kereta rel listrik),” imbuh dia.

