Pasar Otomotif Melemah, Hyundai Indonesia Pangkas Asumsi Penjualan Mobil Domestik
JAKARTA, investortrust.id - Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan, penjualan mobil di Indonesia tahun ini sulit menembus angka 900.000 unit. Itu sebabnya, Hyundai memangkas asumsi penjualan mobil 2024 menjadi 800.000 unit dari sebelumnya sekitar 1,1 juta unit.
“Secara matematis, pasar mobil Indonesia sulit menembus angka 900 ribu. Kenapa? Jika tahun lalu pasar mobil di dalam negeri mencapai 900 ribuan dan hingga semester I tahun ini pasar turun 15%, maka pasar mobil tahun ini pasti di bawah 900 ribu,” kata Fransiscus Soerjopranoto dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Minggu (28/7/2024) malam.
Baca Juga
Penjualan Mobil Semester I-2024 Loyo, Gaikindo Bakal Ubah Target?
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil di dalam negeri tahun ini mencapai 1,1 juta unit. Namun, melihat pasar yang terus melemah, Gaikindo mengisyaratkan bakal merevisi turun target tersebut.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) sepanjang semester I-2024 melambat dan hanya mencapai 408.012 unit, anjlok 19,5% dibanding 506.427 unit pada 2023. Sedangkan penjualan ritel berjumlah 431.987 unit, turun 14% dari tahun sebelumnya yang mencapai 502.533 unit.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, penjualan mobil nasional mengalami stagnasi di level 1 juta unit dalam 10 tahun terakhir akibat penurunan daya beli masyarakat. Karena alasan itu pula, Kemenperin mengusulkan pemberian insentif fiskal berupa Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).
Menurut Fransiscus Soerjopranoto, Hyundai sudah menurunkan asumsi pasar mobil domestik ke level 800.000. “Untuk meningkatkan penjualan Hyundai, kami konsisten dengan strategi kami dalam memperkenalkan produk baru, seperti All New Kona Electric dan Ionic 5N. Ini akan kami lanjutkan pada semester II tahun ini,” tutur dia.
Frans menjelaskan, Hyundai Motors Indonesia berkomitmen untuk tidak menaikkan harga sesuai imbauan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, kendati sejumlah agen pemeganfg merek (APM) sudah menaikkan harga sejak kuartal II-2024.
Komitmen tersebut, kata Frans, merupakan salah satu bukti bahwa Hyundai Motors Indonesia selalu mematuhi dan melaksanakan arahan pemerintah, seperti memperkenalkan mobil listrik pertama, membangun ekosistem stasiun pengisian baterai (charging station), membangun pabrik perakitan, dan membangun pabrik listrik pertama di Indonesia.
Baca Juga
Penjualan Mobil Stagnasi Selama 10 Tahun, Kemenperin Usulkan Insentif Fiskal Ini
“Sekali lagi, semua ini merupakan bukti keseriusan kami bergandengan tangan dengan pemerintah dalam membangun industri otomotif Tanah Air tercinta, Indonesia,” tegas dia.
Frans mengaku sangat senang mendengar kabar bahwa beberapa APM berhasil mencatatkan penjualan mobil di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 lebih baik dari tahun lalu, bahkan lebih dari 10%.
“Artinya, regulasi yang mengatur insentif saat ini, pengenalan produk baru, dan program penjualan yang menarik, khususnya mobil listrik, sudah cukup menaikkan pasar mobil di Indonesia,” papar dia.

