Menteri Bahlil Sebut KIT Batang Awalnya Dibangun dengan Intuisi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dilakukan tanpa menggunakan masterplan. Bahlil mengatakan KIT Batang didesain menggunakan intuisi.
“Saya ingat ini kawasan industri satu-satunya yang tidak punya masterplan di awal, ini cuma keberanian saja. Jadi jujur, 450 hektare tahap pertama, masterplan-nya kita pakai intuisi,” kata Bahlil, saat peresmian KIT Batang, Jumat (26/7/2024).
Bahlil bergurau tidak semua yang didesain konsultan asing hasilnya bagus. “Buktinya ada yang pakai intuisi. Alhamdulillah hasilnya seperti kita lihat hari ini,” kata dia.
Baca Juga
Jokowi Buka-bukaan Alasan Bangun KIT Batang di Tengah Pandemi Covid-19
Kabupaten Batang, lanjut Bahlil, bukan merupakan pilihan pertama untuk pembangunan KIT. Bahkan awalnya Jokowi memerintahkan KIT dibangun di Brebes, Jawa Tengah.
“Tapi, setelah kita cek Brebes, (tanahnya) 2,5 meter lebih rendah dari permukaan jalan dan eks tambak udang,” kata dia.
Lokasi tersebut, kata Jokowi, membuat proses reklamasi harus dilakukan. Dengan proses reklamasi tersebut, proses pembangunan KIT perlu durasi yang lebih lama.
“Kalau reklamasi, sampai periodesasi (Jokowi menjabat) selesai, belum selesai reklamasi itu, karena kuarinya 35 kilogram,” kata dia.
Baca Juga
Bahlil kemudian mendapatkan lokasi Batang setelah mendapat masukan Bupati Batang periode 2017-2022 Wihaji. Bahlil menyebut KIT Batang awalnya merupakan area perkebunan tebu dan karet.
“Alhamdulillah kita putuskan bikin di sini dengan berbagai macam dinamika,” ujar dia.
Bahlil mengatakan terdapat 18 perusahaan yang sudah menempati KIK Batang saat ini. Dari total perusahaan tersebut, sebanyak 19.000 tenaga kerja dengan investasi Rp 14 triliun telah diraup.

