Sambangi Menteri Teten, Bos Kadin Ungkap Siapkan White Paper Pengembangan UMKM untuk Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menyambangi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Menkop UKM) Teten Masduki di Gedung Smesco Indonesia, Rabu (24/7/2024) siang tadi. Menurut Teten, kunjungan Bos Kadin itu tidak lain adalah membahas pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya dalam menyongsong pemerintahan baru ke depan.
"Tadi ada beberapa isu, kita ingin menyamakan persepsi antara pemerintah, UMKM dengan kelompok dunia usaha," ungkap Teten Masduki usai pertemuan dengan Arsjad Rasjid Rabu (24/7/2024).
Teten mengatakan, Arsjad sebagai ketua umum Kadin Indonesia memberikan sejumlah masukan strategis soal pengembangan sektor pengembangan UMKM. Di antaranya seperti strategi peningkatan ekspor, penciptaan lapangan kerja hingga proteksi terhadap industri dalam negeri.
"Jadi kami menerima masukan yang sangat berharga dan tentu nanti kita harus melakukan adjustment terhadap beberapa kebijakan," ucapnya.
Baca Juga
Kadin Kumpulkan Ratusan Asosiasi Susun Whitepaper Ekonomi buat Prabowo
Menteri Teten menyambut positif upaya Kadin melakukan langkah sinkronisasi strategis. Ia juga memuji Arsjad yang menyebut Kadin tengah mempersiapkan white paper, soal strategi pengembangan ekonomi sektor UMKM kepada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan presiden dan wakil presiden (wapres) terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Saya juga jadi menteri kan tinggal 3 bulan lagi, jadi ini tepat waktunya, kami juga sudah punya catatan-catatan dari pengalaman pemerintah," papar Teten.
Kadin Siapkan White Paper untuk Prabowo-Gibran
Dalam kesempatan yang sama, Arsjad Rasjid mengungkap Kadin tengah menyiapkan white paper pengembangan sektor koperasi dan UMKM yang akan disampaikan kepada Prabowo-Gibran. Adapun menurutnya, sektor koperasi dan UMKM merupakan fondasi ekonomi Indonesia.
Sebagai bocoran salah satu usul yang akan disampaikan Kadin kepada pemerintahan mendatang ialah soal strategi peningkatan ekspor bagi sektor UMKM. Ia mengusulkan ke depan agar dilakukan pendekatan model business matching, bagi pelaku UMKM yang akan melakukan transaksi ekspor-impor.
Baca Juga
Kadin Beberkan Pencapaian 3 Tahun Terakhir, 70% Program Terealisasi
"Dengan demikian nantinya kita bisa membuat suatu keberlanjutan yang di mana tambah banyak lagi UMKM Indonesia yang bisa melakukan ekspor," kata Arsjad.
Untuk merealisasikan ide tersebut, ia berujar pelaku-pelaku usaha yang tergabung dalam jajaran Kadin siap untuk membantu pemerintah melakukan pendampingan terhadap sektor UMKM. Lalu hal lain yang turut menjadi sorotan Arsjad adalah soal illegal import.
Ia mengkhawatirkan arus illegal import bukan tidak mungkin akan membunuh sektor UMKM dalam negeri secara perlahan. Menurutnya, illegal import akan berimbas pada matinya UMKM akibat ketidakmampuan bersaing di tengah pasar.
Baca Juga
Bantah Liberasi Koperasi, Menteri Teten Lakukan Kebijakan Ini
"Nah inilah kita percaya bahwa UKM kita bisa naik kelas, tapi untuk UMKM naik kelas ini harus ada upaya gotong royong antara pemerintah dan juga front sector," katanya.
Berdasarkan pantauan Investortrust.id, Arsjad tiba di Gedung Smesco Indonesia sekitar pukul 11.30 WIB, bersama rombongan. Pertemuan antara Teten bersama Arsjad berlangsung kurang lebih selama 90 menit.

