Indonesia Masih Kekurangan Talenta Digital, Begini Upaya Kemenkominfo
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap pengembangan talenta digital dengan keterampilan teknologi disruptif masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Indonesia untuk melakukan transformasi digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengungkapkan 90% perusahaan di Indonesia merasakan ketersediaan talenta digital dengan keterampilan teknologi disruptif masih di bawah permintaan. Keterampilan tersebut meliputi kewirausahaan digital (digital entrepreneurship), ilmu data (data science), programming, pemikiran komputasional (computational thinking), keamanan siber, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan big data.
"Ketersediaan talenta digital di Indonesia masih di bawah permintaan. Padahal 2030 ini sudah beberapa tahun lagi, perlu dipacu dengan upskilling (peningkatan kemampuan) dan reskilling (pelatihan kemampuan baru)," katanya di acara Seremoni Kerja Sama Asosiasi Pengembang Talenta Digital Indonesia dan Kemenkominfo di Four Points, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
NeutraDC Nxera Batam dan Politeknik Batam Siap Cetak Talenta Digital di Bisnis Data Center
Menurut Nezar, sebanyak 149 juta talenta digital dibutuhkan di seluruh dunia pada 2025 untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri. Sementara itu, Indonesia membutuhkan 27-46 juta talenta digital untuk melakukan hal yang sama hingga 2030.
Industri yang dimaksud adalah industri telekomunikasi dan jasa keuangan (60%), barang konsumen (50%), dan sisanya (30%) meliputi kesehatan, asuransi, energi, dan sektor publik. Tentunya, masing-masing sektor industri punya tantangan dan dinamika tersendiri.
"Tren teknologinya di semua sektor industri dalam transformasi digital adalah AI dan machine learning, automasi, komputasi awan, internet of things (IoT) atau internet untuk segala, keamanan siber, dan transformasi lintas industri," paparnya.
Baca Juga
Kementerian PANRB Siapkan 100.000 CASN Bertalenta Digital di IKN
Terkait dengan pengembangan talenta digital, Nezar menyebut pihaknya telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak di dalam maupun luar negeri. Pengembangan talenta digital oleh Kemenkominfo dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni tingkat dasar (basic digital skill-digital literacy), tingkat menengah (intermediate digital skill), dan tingkat lanjutan (advanced digital skill).
Untuk tingkat dasar, upaya pengembangan talenta digital oleh Kemenkominfo dilakukan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang melibatkan 142 jejaring. Jejaring tersebut meliputi akademisi, pekerja seni, komunitas, perusahaan teknologi, dan platform media sosial.
Kemudian di tingkat menengah ada Digital Talent Scholarship (DTS) berupa pelatihan terkait keamanan siber, AI, komputasi awan, analisis mahadata, dan pemasaran digital. Pelatihan tersebut diselenggarakan lewat kerja sama dengan berbagai raksasa teknologi dunia seperti Google, Microsoft, Cisco, Huawei dan lain-lain.
Baca Juga
Microsoft Investasi Rp 27,65 Triliun, Mau Kembangkan Talenta Digital AI di Indonesia
Terakhir di tingkat lanjutan, Kemenkominfo menyiapkan Digital Leadership Academy yang bermitra dengan delapan perguruan tinggi global. Ini adalah pelatihan kecakapan digital bagi pimpinan di tingkat direksi atau pengambil kebijakan dari sektor privat maupun publik.
"Kemenkominfo juga menyiapkan program beasiswa S2 dalam dan luar negeri yang merupakan program beasiswa non-LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang dibiayai dari alokasi APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Kemenkominfo untuk memenuhi kebutuhan SDM (sumber daya manusia) digital Indonesia," ujar Nezar.

