Kemenko Marves: 99,5% Pasar Gim Nasional Masih Dikuasai Asing
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Odo RM Manuhutu menyebut pasar gim domestik masih dikuasai gim buatan pengembang asing. Odo menyebut 99,5% gim yang dimainkan masyarakat berasal dari luar negeri.
“Saat ini 99,5% (pasar gim) dikuasai asing,” kata Odo, saat peluncuran Hari Game Indonesia 2024, di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Baca Juga
Odo mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional berupaya ingin mendorong pengembang gim lokal lebih berkembang. Dia menargetkan pengembang gim lokal dapat menguasai 70% pasar gim domestik.
“Kita ingin memutarbalikkan ini. Dan ini adalah urgensi dari perpres ini, untuk mendorong developer gim lokal dan muda untuk lebih banyak membuat gim,” kata dia.
Staf Ahli bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kurleni Ukar mengatakan berdasarkan Outlook Parekraf 2023-2024 mobile game diperkirakan meningkat popularitasnya. Ini karena penetrasi ponsel pintar di Indonesia.
“Jadi Indonesia merupakan pasar mobile game terbesar ketiga berdasarkan unduhan dari Google Play,” kata Kurleni.
Kurleni mengatakan pengeluaran pengguna gim di Tanah Air melalui Google Play tercatat sebesar Rp 5,6 triliun. Angka ini terus meningkat tiap tahunnya seiring dengan total unduhan yang juga meningkat.
Baca Juga
Pengembangan Skema Pendanaan Indonesia Game Fund Terkendala Transisi Kepemimpinan
“Pertumbuhan ini diperkirakan terus berlangsung dengan proyeksi pertumbuhan revenue sebesar 1,08% pada 2024. Dan tingkat mobile gaming di Indonesia diperkirakan akan mencapai lebih 68 juta orang pada tahun yang sama,” kata dia.
Dengan pasar yang besar ini, kata Kurleni, industri gim dapat berkontribusi ke perekonomian Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan data Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023-2024, gim lokal buatan Indonesia berhasil terjual 30-150 ribu copy. Pendapatan kotor gim tersebut rata-rata di atas US$ 400 ribu hingga US$ 3,2 juta.

