Kadin Sebut Indonesia Bisa Curi Peluang dari Perang Dagang AS dengan China
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia, Shinta Kamdani menyebut, Indonesia bisa mengambil peluang dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China.
Menurut Shinta, Indonesia seharusnya bisa mengkaji produk-produk yang bisa diekspor ke Amerika Serikat. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat menggantikan posisi negara Tirai Bambu tersebut.
“Nah, ini Indonesia harus jelas-jelas mempersiapkan untuk mapping, produk-produk kita apa yang bisa berkompetisi, di mana kita bisa ambil posisi daripada China,” ucap Shinta saat konferensi pers di Kantor Kadin, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2024).
Baca Juga
Kadin Sarankan Pemerintah Terapkan Pembebasan Bea Masuk, Ini Tujuannya
“Indonesia sekarang harus lebih bersiap diri untuk mengambil peluang-peluang yang ada, memang ini kesiapan industri kita sendiri ya, apa yang bisa kita mafaatkan untuk pasar ekspor maupun untuk menarik invest dari Amerika,” kata Shinta menambahkan.
Shinta yang juga ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut menyoroti mengenai kebijakan dumping yang dilakukan China ke Indonesia lantaran Amerika Serikat menutup akses perdagangannya dengan China. Namun, menurutnya, dumping itu terjadi bukan hanya dikarenakan perang dagang.
Baca Juga
Shinta menilai dumping itu juga bisa disebabkan karena masalah perekonomian secara global. Kendati demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah untuk menerapkan bea masuk anti-dumping (BMAD) terhadap produk-produk impor yang membanjiri industri dalam negeri.
“Makanya kami apresiasi pemerintah sudah ada kesepakatan memperpanjang bea masuk ya, baik itu untuk anti dumping maupun bea masuk untuk pengaman. Ini sedang dievaluasi nilainya, jumlahnya,” tegas Shinta.

