Kembangkan 4 Destinasi Pilihan, Wamen Tiko: Ekosistem Pariwisata Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah sedang berpacu mengembangkan 4 proyek pilihan destinasi pariwisata Indonesia, melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
InJourney merupakan BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Group (HIG), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (TWC), dan PT Sarinah.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan, 4 destinasi pilihan dimaksud terdiri dari KEK Sanur, Borobudur/Joglosemar, Mandalika dan Danau Toba.
Pengembangan 4 destinasi pilihan merupakan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi besar ekonomi sektor pariwisata.
‘’Kita melihat bahwa secara ekosistem ekonomi, sebenarnya pariwisata ini bisa jadi engine ekonomi yang besar di masa datang, sehingga peluang ini harus kita manfaatkan,’’ papar Tiko di acara Media Gahtering Kementerian BUMN yang dihadiri oleh sejumlah CEO BUMN dan pemimpin redaksi media massa nasional di Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga
Menteri Erick Thohir Dorong Pertamina Menjadi BUMN Kelas Global
Dijelaskan untuk KEK Sanur, InJourney segera mengoperasikan hotel bintang 5 kelas dunia bernama Bali Beach, sebelumnya Hotel Grand Ina Bali Beach.
“Hotel ini bahkan sudah viral di medsos karena postingan seorang selebgram asal Inggris yang kaget BUMN Indonesia mampu membuat hotel yang indah, karena orang kan tahunya hotel BUMN jelek-jelek, Ini bukti BUMN tidak hanya mampu melakukan transformasi bisnis dan keuangan, tetapi juga transformasi selera dan ini tidak ternilai,” tegas Tiko.
Lebih lanjut nantinya di KEK Sanur yang merupakan kawasan kesehatan akan berdiri, termasuk Rumah Sakit Bali International, lalu pusat terapi sel atau stem cell, hinggacosmetic surgery.
Sementara untuk Kawasan Borobudur, Pemerintah berupaya melakukan rebranding dan membangun image Borobudur sebagai kawasan spiritual Buddha. ‘’Kita harapkanBorobudur bisa jadi pusat ibadah untuk para spiritual Buddha dari Thailand dan Jepang,’’ katanya.
Adapun Kawasan Mandalika, telah menjadi arena balap MotoGP dan akan masuk tahun ketiga pelaksanaannya, dan diharapkan akan terus berlangsung pada masa datang. Bukan hanya ajang tahunan, Tiko berharap setiap pekan selalu ada acara balap seperti Ferrari maupun mobil-mobil klasik yang dilakukan di Mandalika
Kemudian di Danau Toba beberapa waktu lalu telah berlangsung ajang balap perahu super cepat kelas dunia (F1 Powerboat), dan sebelumnya digelar Aquabike Jetski World Championship. ‘’Waktu Aquabike berlangsung ada 200 ribu orang mengunjungi Kawasan Danau Toba dengan efek ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp 1,3 triliun, itu hidup sekali,’’ ulasnya.
Baca Juga
Kinerja InJourney
Dalam paparannya, Tiko juga menyinggung pencapaian kinerja InJourney yang tumbuh signifikan pada tahun 2023. Dari sisi keuangan, InJourney mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 47% secara year on year menjadi Rp 23,34 triliun dengan laba bersih yang melesat 211% menjadi Rp 1,11 triliun.
Rasi-rasio keuangan lainnya juga tampak solid dengan BOPO yang turun sebesar 6% serta rasio likuiditas dengan realisasi current ratio sebesar 1,27 kali dan cash ratio sebesar 0,90 kali.
Sedangkan dari sisi operasional InJourney tercatat melayani 4,05 juta wisatawan atau tumbuh 20% dari tahun 2022, kemudian jumlah traffic meningkat 14% menjadi 1.212 perjalanan dan melayani 150 juta penumpang, naik 30% dibanding tahun 2022.
KInerja Operasional InJourney Tahun 2023

