Bakti Kemenkominfo Mau Pakai Starlink untuk Wilayah Terpencil? Ini Faktanya
JAKARTA, investortrust.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti Kemenkominfo) masih mempertimbangkan satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) Starlink untuk menyediakan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Bakti Yulis Widyo Marfiah menyatakan Bakti mempertimbangkan pemanfaatan berbagai macam infrastruktur telekomunikasi untuk menyediakan akses internet di wilayah 3T. Dengan demikian, tidak hanya menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) yang dimanfaatkan untuk mendukung layanan seluler dengan jaringan 4G.
"Kami di Bakti itu juga sangat tidak menutup (diri) dengan teknologi yang ada karena memang teknologi itu kan berkembang pesat," katanya dalam sebuah diskusi bersama awak media di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga
APJII Masih Hitung Besaran Bagi Hasil ISP Lokal dan Starlink
Yulis menyebut uji coba Starlink untuk menyediakan akses internet di wilayah 3T sudah dilakukan oleh Bakti, khususnya di wilayah yang tidak memungkinkan untuk dibangun menara BTS. Sayangnya, dia belum bisa mengungkapkan bagaimana hasil dari uji coba tersebut.
"Kemarin hasilnya seperti apa mungkin saya harus konfirmasi dahulu dengan teman-teman di (Direktorat) Infrastruktur ya. Terkait dengan yang existing (sudah ada), kita masih bekerja sama dengan operator seluler, khususnya untuk (pembangunan menara) BTS," tuturnya.
Operator seluler yang bekerja sama dengan Bakti dalam penyediaan layanan seluler 4G di wilayah 3T adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Menurut Yulis, pemanfaatan Starlink untuk mendukung penyediaan akses internet di wilayah tersebut juga ikut tergantung pada operator seluler.
"Kalau terkait dengan Starlink ini biasanya ada semacam uji coba juga yang dilakukan oleh industri. Di mana lokasi yang memang tadi perlu pemanfaatan dari bandwith itu sendiri," ungkapnya.
Baca Juga
Pendaftaran Resmi Dibuka, Telkom Undang Talenta Muda Bergabung di Program Digistar Class 2024
Meski demikian, keputusan akhir pemanfaatan Starlink untuk menyediakan akses internet di wilayah 3T tetap berada di tangan Kemenkominfo. Starlink yang notabene adalah perusahaan telekomunikasi asing bukanlah opsi utama yang menjadi pertimbangan pemerintah.
"Jadi nantinya ke depan dipakai enggak-nya perlu kebijakan lagi nanti. Karena kan kita harus tetap ada nasionalisme ya. Pasti dalam ini kan juga kasihan industri yang memang sudah tumbuh di nasional," pungkasnya.

