Dapat PMN, PTPN III Targetkan Produksi Gula 1 Juta Ton 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III menargetkan produksi gula hingga 1 juta ton tahun 2024. Hal itu tak lepas dari dukungan yang diberikan pemerintah kepada PTPN III berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) nontunai.
Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengungkapkan, PMN nontunai yang diterima salah satunya datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Salah satu dukungan yang didapat adalah revitalisasi pabrik gula untuk pengadaan mesin gilingan, centrifuge, dan beberapa peralatan dengan total jumlahnya 767 di tiga tempat.
“Terkait dukungan di industri gula, tahun lalu industri gula PTPN sudah meraih laba dengan EBITDA di atas Rp 1 triliun. Tahun ini, targetnya bahkan kami akan menghasilkan gula 1 juta ton atau 41% dari rencana produksi nasional,” kata Abdul Ghani dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Baca Juga
Mentan Amran Klaim Proyek Lahan Tebu di Merauke Bisa Tekan Impor Gula
2028 Swasembada Gula Konsumsi
Lebih lanjut, Abdul Ghani menyebut dengan dukungan penuh dari pemerintah tersebut, pihaknya menargetkan di tahun 2028 memastikan swasembada gula konsumsi dengan dukungan dari tebu rakyat. Selain dukungan di industri gula, lanjut dia, PTPN III mendapat dukungan PMN nontunai berupa fasilitas tangki timbun, dripot, hingga fasilitas jalan di kawasan ekonomi khusus Sungai Mangke di Sumatera Utara.
“Untuk PMN nontunai yang di kawasan ekonomi khusus Sungai Mangke, saat ini dari lahan bruto 2.000 hektare atau bersihnya 1.600 hektare, sudah diisi tenan 386 hektare. Tahun ini akan bertambah 150 hektare lagi,” ujar dia.
Abdul Ghani memperkirakan pada akhir tahun ini, 34% kawasan itu sudah digunakan. Ia menyebut nilai investasinya sampai tahun lalu sudah Rp 14,4 triliun, sedangkan ekspornya mencapai Rp 5,4 triliun. Adapun jumlah tenaga yang terlibat langsung di kawasan tersebut 2.400 orang.
“Kawasan industri Sungai Mangke adalah kawasan industri yang dedicated untuk turunan kelapa sawit,” tutur Abdul Ghani.
Baca Juga
Pabrik di Jatim
PMN nontunai lain yang diperoleh PTPN III dari Kemenperin adalah pembangunan pabrik bioetanol yang berada di Jawa Timur. PMN itu berupa pabrik pengolahan tetes menjadi etanol yang menghasilkan dua produk, yakni untuk bahan bakar (fuel grade) dan untuk makanan (food grade).
“Yang fuel grade tentu harapan kami nanti dengan Bu Emma (Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini) bisa dikolaborasikan menjadi inisiasi memenuhi kebutuhan bioetanol untuk kepentingan kendaraan bermotor. Yang saat ini kita sudah produksi yang food grade, kami jual kepada industri,” ujar dia.

