Smelter Freeport di Gresik Beroperasi, Bahlil: Ekosistem Baterai Listrik Indonesia Makin Lengkap
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyambut positif beroperasinya smelter tembaga yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Sebagai informasi, smelter tersebut telah diresmikan pada Kamis (27/6/2024). Bahlil menyampaikan bahwa hilirisasi tembaga merupakan langkah penting dalam mendukung ekosistem baterai listrik di Tanah Air.
"Kami berpikir bahwa hilirisasi copper (tembaga) ini adalah bagian dari instrumen untuk bahan-bahan baku untuk baterai. Copper foil itu kan untuk membungkus baterai," kata Bahlil dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (1/7/2024).
Lebih lanjut, Bahlil juga bercerita tentang tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan smelter tersebut. Namun, menurutnya kini perjuangan tersebut bisa terbayarkan mengingat potensi yang dimiliki oleh smelter tembaga ini ke depannya.
Baca Juga
“Mobil listrik membutuhkan tembaga. Jadi kalau ekosistemnya sudah masuk maka kita menjadi salah satu negara yang punya komponen bahan baku baterai listrik yang komplit," ujar Bahlil.
Senada dengan Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, pembangunan smelter ini sangat tepat waktu karena saat ini dunia sedang berada dalam tren pemakaian energi terbarukan.
"Tentu hilirisasinya (tembaga), menjadi penting, terutama untuk industri di power generation (pembangkit listrik), kemudian juga di electric mobility (mobilitas elektrik), perubahan pada internal combustion engine (mesin pembakaran dalam) ke electric vehicle (kendaraan listrik),” terang Airlangga.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan harapannya terkait smelter ini bisa memproduksi pada sekitar Agustus 2024.
“Sebelum kami mulai beroperasi memerlukan waktu 6-7 minggu untuk memanasi terlebih dahulu, baru memasukkan konsentratnya. Jadi diperkirakan dapat memproduksi pertama di pertengahan Agustus, semoga dapat dilakukan sebelum atau dalam rangka HUT RI," jelas dia.
Smelter PT Freeport Indonesia dirancang untuk memurnikan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dan bersama dengan smelter yang dioperasikan PT Smelting, total kapasitas pemurnian mencapai 3 juta ton per tahun.
Ini akan menghasilkan sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak per tahun. Nilai investasi kumulatif untuk proyek yang menempati lahan 100 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE ini telah mencapai Rp 55 triliun atau sekitar US$ 3,67 miliar.

