Init-6, Modal Ventura Besutan Pendiri Bukalapak Achmad Zaky Siapkan Pendanaan Startup hingga Rp 3,2 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Init-6, perusahaan modal ventura besutan pendiri dan eks CEO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Achmad Zaky akan aktif berekspansi di 2024 dengan menyasar sejumlah perusahaan rintisan alias startup. Menurut Zacky, perusahaannya akan menyasar sejumlah sektor dengan kriteria model bisnis yang kuat dan menunjukkan potensi pertumbuhan substansial di masa depan.
"Di antaranya seperti industri kesehatan, edukasi, B2B, climate tech, dan konsumer," kata Zacky saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Menyambut rencana ekspansi tersebut, ia mengungkap Init-6 menyiapkan dana sebesar US$ 100 hingga US$ 200 juta atau setara Rp 1,6 triliun hingga Rp 3,2 triliun. Lebih lanjut dana tersebut bersumber dari aset masing-masing pendirinya.
Diketahui Init-6 telah berdiri sejak tahun 2020 lalu. Sampai saat ini perusahaan modal ventura besutannya telah memiliki lebih dari 35 portofolio investasi lintas sektor dan bekerja sama dengan lebih dari 50 pendiri startup.
Adapun sejumlah portofolio bisnis Init-6 yang cukup populer adalah dibimbing.id (dengan Yayasan Dibimbing Indonesia) yang diperkirakan akan meluncurkan universitas dengan nama Cakrawala University. Kemudian ada Imajin, sebuah startup yang berfokus pada pasar manufaktur online.
Lalu ada Gently di ranah konsumen dan produk bayi yang baru saja mendapatkan penghargaan dengan pertumbuhan bisnis yang signifikan. Selain itu ada juga Qiscus, Trakteer dan Waste4Change.
Sementara itu, ia menargetkan portofolio bisnis Init-6 akan bertumbuh hingga lebih dari 40 startup di tahun 2024. Lebih lanjut ia berharap agar Init-6 dapat menjadi partner yang membawa startup-startup tersebut berekspansi lebih luas dan tumbuh signifikan.
"Kami ingin industri teknologi Indonesia tetap diperhitungkan di kancah regional dan global,” sambungnya.
Ia tidak menampik dalam kurun waktu belakangan sektor industri tengah dihadapkan pada fenomena-fenomena startup yang berguguran. Menurutnya riset yang mendalam dan mengetahui kesiapan pasar menjadi sangat krusial bagi pelaku bisnis modal ventura.
Ia menambahkan, trial and error dan beta testing tetap sangat diperlukan. Seringkali startup yang belum mencapai profitabilitas dan sangat bergantung pada suntikan investor, tergoda dengan ekspansi dan belanja yang mungkin saja belum terlalu dibutuhkan sehingga berdampak pada kesehatan bisnisnya.
"Pada akhirnya, startup dengan model bisnis yang kuat yang akan bertahan," ucapnya.

