Harga Batu Bara Diprediksi Bisa Tembus US$ 145 per Ton hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id – Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) memprediksi harga batu bara akan mencapai US$ 145 per ton hingga akhir tahun 2024.
“Apabila kita lihat tren dan kondisi global, maka akan ada kecenderungan naik. Bisa berkisar 145 dolar AS per ton,” kata Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bakhtiar saat dihubungi investortrust.id, Kamis (6/6/2024).
Bisman menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi harga batu bara hingga akhir 2024 mendatang.
“Sentimen positif adalah sentimen kondisi ekonomi politik global, khususnya terkait perseteruan negara-negara produsen energi (khususnya migas dan batu bara). Faktor lain adalah kenaikan permintaan dari China dan Eropa khususnya nanti saat menjelang musim dingin,” ungkap dia.
Baca Juga
Permintaan Masih Tinggi, Indonesia Diramal Tetap Jadi Eksportir Batu Bara Terbesar
Sedangkan dari sisi sentimen negatif, lanjut Bisman, yakni kebijakan transisi energi dan berkembangnya proyek-proyek energi terbarukan (EBT).
Berdasarkan data yang dikutip dari Bloomberg, harga batu bara kontrak Juni 2024 di ICE Newcastle melemah 1,41% ke level US$ 136 per metrik ton pada penutupan perdagangan Kamis (6/6/2024). Kemudian, batu bara kontrak Juli 2024 juga melemah 2% ke US$137 per metrik ton.
Berdasarkan informasi investortrust.id, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) telah memprediksi harga batu bara akan berada di kisaran US$ 110–130 per ton pada tahun 2024.
“2024 ini the calm ya, setelah peak. Masih stabil ya, jadi saya prediksi harganya masih di sekitar 110–130 (US$ per ton). Tidak di bawah 100 ya,” ujar Direktur Riset Indef, Berly Martawardaya pada Desember 2023 lalu.
Baca Juga
Penjualan Naik 10%, Bukit Asam (PTBA) Bidik Produksi Batu Bara 41,3 Juta Ton 2024
CGS CIMB Sekuritas juga memperkirakan harga batu bara ke level US$ 100 per ton tahun ini dan diperkirakan turun menjadi US$ 75 per ton tahun 2025. Harga ini jauh lebih rendah dari realisasi harga rata-rata batu bara tahun lalu sebesar US$ 175 per ton.
Peluang penurunan harga batu bara, CGS CIMB Sekuritas menjelaskan, dipicu sejumlah faktor, seperti berkurangnya peningkatan permintaan musiman setelah musim dingin dengan perkiraan musim panas memasuki pada Maret dan April. Penurunan juga dipengaruhi kemungkinan perusahaan utilitas China menurunkan kontrak pembelian batu bara.

