Sediakan Vaksin HPV dari MSD, Kimia Farma Prioritaskan Edukasi Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - PT Kimia Farma Diagnostika secara resmi menggandeng PT Merck Sharp & Dohme Indonesia (MSD) untuk menyediakan vaksin penyakit human papilomavirus (HPV). Kerja sama tertuang dalam sebuah perjanjian yang ditandatangani Jumat (8/3/2024) di Aryaduta Hotel, Jakarta.
Menurut Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Arie Genipa Suhendi, saat ini vaksin HPV sudah tersedia dan dapat diakses langsung oleh masyarakat.
"Vaksin saat ini sudah tersedia di beberapa lokasi yang kita punya dan juga bisa langsung menghubungi call centre kami di 1500-255 untuk appoinment," ungkap Arie Genipa seusai melakukan Penandatanganan Kerja Sama.
Baca Juga
Ketika disinggung soal harga yang dipatok, Arie Genipa enggan menyebutkan dengan detail. Namun ia memastikan harga disesuaikan agar tidak membebankan masyarakat.
"Lalu kemudian harga variatif, maksudnya adalah terjangkau untuk ke masyarakat. Prinsipnya adalah kami menyediakan harga ini terjangkau untuk masyarakat," katanya.
Saat ini harga vaksin HPV bervariasi pada kisaran Rp800.000 hingga Rp1.500.000 untuk sekali suntik. Menanggapi hal tersebut, Arie Genipa tidak membantah estimasi yang akan dipatok Kimia Farma sejumlah demikian.
Baca Juga
Tenaga Kesehatan Keluhkan Sulit Urus Perizinan, Menkes Turun Tangan
"Mahal atau murah itu relatif, intinya terjangkau. Ya mungkin segitu (Rp 3 juta - 3,5 juta), untuk 3 kali suntik itu," ucapnya.
Namun ia menekankan saat ini baik PT Kimia Farma Diagnostika maupun MSD Indonesia sedang fokus terhadap tataran edukasi kepada masyarakat.
"Yang paling penting untuk kita saat ini adalah jangan ngomongin harga dulu, tetapi ngomongin dulu masalah pemahaman masyarakat tentang pentingnya vaksinasi terlebih dahulu. Kalau itu sudah dirasakan penting dan lain-lain, baru masyarakat tahu pentingnya arti vaksin HPV ini masyarakat pasti akan cari tahu," bebernya.
Dijelaskan Arie Genipa, saat ini PT Kimia Farma Diagnostika telah memiliki jejaring outlet layanan yang terdiri dari 74 lab medis, 305 klinik pratama dan 24 klinik utama.
"Hingga Februari 2024 kami telah menjangkau 693 kecamatan, 262 kabupaten/kota dan 37 provinsi yang melayani 39 juta masyarakat Indonesia," tandasnya.

