KBI Dorong Anak Usaha Garap Ekosistem Bisnis Resi Gudang
JAKARTA, investortrust.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) terus mengembangkan sayap bisnisnya. Termasuk dengan meningkatkan peran anak usaha PT Kliring Perdagangan Berjangka Komoditi (KPBI) dalam ekosistem biesnis resi gudang. Anak usaha KBI ini tengah membidik bisnis pembiayaan resi gudang, arranger, pengelolaan gudang, serta stand by buyer.
Executive Vice Presiden PT KBI, Andi Patriota Wibisono mengatakan, strategi ini ditempuh dalam rangka memperluas jangkauan bisnis perusahaan. Namun targetnya masih sesuai dengan salah satu pilar bisnis KBI di ekosistem resi gudang.
Dalam ekosistem resi Gudang, KBI menjalankan tugas pemerintah sebagai pusat registrasi. “Dalam ekosistem resi gudang ini, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan diluar tugas KBI sebagai Pusat Registrasi. Seperti kita tahu, dalam ekosistem resi gudang, ada pemilik komoditas, pengelola gudang, trader, pembeli, asuransi serta lembaga pembiayaan,” ujar Andi Patriota Wibisono.
Dengan mengelola dan mendapatkan peluang bisnis dalam ekosistem yang besar ini, diharapkan KPBI dapat meningkatkan pemanfaatan resi gudang, serta menjadi bagian penting dalam konteks ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah. “Ekosistem Resi Gudang serta perdagangan komoditas memiliki potensi besar untuk berkembang, dan harapan kami anak usaha KBI ini akan mampu untuk tumbuh dan berkembang kedepan”, tambah Andi Patriota Wibisono.
Menurut Andi, pihaknya memproyeksikan, ke depan ekosistem resi gudang akan sangat menarik dari sisi bisnis. Peluang ini tidak hanya bagi pemilik komoditas, tapi juga untuk para pedagang atau trader komoditas Tanah Air.
“Upaya pemerintah dalam hal ketahanan pangan, tentunya juga akan memberikan peluang besar bagi para trader-trader komoditas di Indonesia. Kita tahu, penduduk Indonesia jumlahnya terus meningkat, yang tentunya akan linier dengan peningkatan kebutuhan komoditas pangan,” tutur Andi.
Mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021, komoditas yang masuk sistem resi gudang meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, dan pala. Selain itu komoditas ikan, bawang merah, rotan, kopra, teh, rumput laut, gambir, timah, gula putih kristal, kedelai, serta ayam karkas beku.
Selain bergerak dalam pengembangan ekosistem resi gudang, KPBI juga akan akan menggarap bisnis perdagangan komoditas di luar ketentuan ekosistem resi gudang. Beberapa komoditas yang bisa digarap seperti minyak goreng, singkong, dan pinang yang memiliki pasar sangat besar, baik dalam negeri maupun ekspor.

