Omzet Ratusan Juta, UMKM Brownies Coklat Bluebery Lolos dari Krisis Pandemi
JAKARTA, Investortrust.id - Ketika krisis akibat pandemi Covid-19 menjadi momok bagi para pelaku usaha medio 2020-2022 lalu, banyak pelaku usaha terpaksa gulung tikar karena perputaran roda ekonomi yang tidak maksimal. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi UMKM yang satu ini. Memiliki omzet hingga ratusan juta setiap tahunnya, UMKM brownies Coklat Bluebery menjadi satu yang berhasil lolos dari krisis akibat pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah, usaha kami berhasil lolos dari krisis pandemi Covid-19. Meski tetap ada angka penurunan omzet, tetapi kami bersyukur bisa suistain hingga sekarang," ungkap Samsu Rizal, pemilik Coklat Bluebery, belum lama ini.
Diawali dari pengalamannya bekerja pada restoran bintang lima di Jakarta, ia berkeinginan menyajikan brownies dengan kualitas premium di tengah segmentasi masyarakat kelas menengah. Ia menjalankan usaha berjualan brownies sejak tahun 2006.
Bahan Baku Terbaik
Mengenai bagaimana usaha miliknya bisa bertahan melewati krisis pandemi, Samsu mengaku selalu mengedepankan kepercayaan pelanggan dan kualitas produk yang dijual. "Kalau strategi sih simpel ya. Kami selalu prioritaskan kepercayaan pelanggan dan kualitaa produk yang dijual. Sebagai contoh, bahan baku kami pakai yang terbaik. Hampir sama dengan yang dipakai restoran bintang 5 dalam membuat kue sejenis," ungkap Samsu.
Dengan variasi harga produk sebesar Rp 30.000 hingga Rp 40.000, rata-rata ia mampu menjual sekitar 80 produk Coklat Bluebery setiap hari tahun lalu.
"Tahun 2023 sebenarnya kalau dibilang periode tersulit kami. Kalau dirata-rata, setiap harinya kami hanya mampu menjual sebanyak 80 produk," sebut Samsu.
Samsu mengungkapkan Coklat Bluebery mencapai masa keemasannya pada tahun 2013-2014. Saat itu, Coklat Bluebery berhasil meraih omzet sebesar Rp 1 miliar setiap bulannya.
"Ya Alhamdulillah, saat itu (2013-2014) omzet bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan. Berarti, setahun tinggal dikali 12 saja," kata pria lulusan Universitas Negeri Jakarta itu.
Ia kemudian menyebut, omzet penjualan pada tahun 2015-2020 relatif stabil dan tidak terlalu signifikan naik atau turun. Sedangkan di masa pandemi Covid-19 Coklat Bluebery rata-rata mampu menjual hingga 115 produk setiap hari.
"Sewaktu Covid-19, rata-rata penjualan 100 sampai 115 produk per hari. Setelah itu terus turun. Tetapi tahun 2023 omzet terendah kami," paparnya
Memulai usaha sejak tahun 2006, Coklat Bluebery membutuhkan waktu sekitar 7 tahun untuk membuka outlet pertama di tahun 2013. Hal ini setelah ia dibantu mendapatkan kredit bank.
"Tahun 2013, kami dibantu oleh fasilitas pinjaman dari perbankan. Di tahun yang sama, kami buka outlet pertama," kenang Samsu.
Setelah lebih dari 17 tahun, Coklat Bluebery telah memiliki 5 outlet yang tersebar di Depok, Kramat Jaya, Jatinegara, Kalisari, dan Jatinegara. Samsu mengaku ingin mengembangkan usahanya di tahun depan.
"Tahun depan kami ingin membuat legal perusahan agar naik kelas. Kami juga ingin membuka jenis usaha kuliner lain, salah satunya pasta. Sedang dalam penjajakan calon investor," ujar Samsu.

