Saleh Husin: Hilirisasi Sawit Cara RI Lepas dari Kutukan SDA dan Middle Income Trap
DEPOK, investortrust.id - Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menegaskan hilirisasi industri sawit merupakan cara Indonesia untuk lepas dari kutukan sumber daya alam (SDA) sekaligus perangkap pendapatan menengah atau middle income trap. Hal itu disampaikan Saleh saat mempertahankan disertisasinya berjudul Hilirisasi Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia yang digelar Program Doktor Kajian Stratejik dan Global (KSG) Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) di Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/2/2024).
Saleh meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang di Makara Art Center yang dipimpin oleh Athor Subroto selaku ketua sidang. Sementara tim promotor diketuai oleh Chandra Wijaja dengan A Hanief Saha Ghafur dan TM Zakir Sjakur Machmud menjadi anggotanya. Sedangkan sebagai penguji hadir Fibria Indriati M, Henny Saptatia DN, Muliadi Widjaja, Mohammad Dian Revindo, dan M Syaroni Rofli. Saleh menyabet predikat summa cum laude dengan IPK 3,96.
Baca Juga
Saleh Husin Raih Gelar Doktor dengan Predikat Summa Cum Laude di SKSG UI
Dipaparkan, posisi Indonesia selaku negara penghasil sekaligus pengguna minyak kelapa sawit terbesar di dunia menghadapi tantangan besar dalam aspek penghiliran.
"Padahal, strategi hilirisasi yang terencana dengan tepat, berikut penerapannya yang menyeluruh dapat membawa dampak positif tak saja bagi para pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit, namun lebih luas lagi, bagi perekonomian bangsa, termasuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional,” kata Saleh Husin.
Saleh berpandangan, sebagai produsen utama dunia, penting bagi Indonesia untuk memiliki kebijakan dan strategi pengembangan penghiliran industri kelapa sawit nasional agar tidak sampai terperosok dalam fenomena kutukan SDA dan middle income trap. Melimpahnya sumber daya alam justru tidak mampu menjembatani pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
“Hilirisasi dapat membantu kita terlepas dari resource curse berikut middle income trap karena mendorong inovasi sehingga ketergantungan pada sumber daya tertentu semakin berkurang, bersamaan dengan terciptanya diversifikasi basis industri yang menghadirkan beragam produk bernilai tambah. Hal ini turut mengubah karakteristik industri yang tidak lagi mengandalkan ekstraksi berikut ekspor bahan mentah yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat berlangsung secara berkelanjutan,” paparnya.
Baca Juga
Raih Gelar Doktor Berkat Disertasi Hilirisasi Sawit, Saleh Husin Jelaskan Tantangan Sektor Ini
Managing Director Sinar Mas itu mengilustrasikan penghiliran di sektor industri kelapa sawit dapat memberikan nilai tambah yang tinggi pada produk turunan minyak kelapa sawit, mendorong pemanfaatannya di dalam negeri, dan menciptakan pendalaman industri, yakni berkembanganya berbagai industri pendukung lainnya. Tak hanya itu, penghiliran industri sawit juga mendongkrak nilai ekspor dan secara otomatis meningkatkan produk domestik bruto (PDB).
“Petani dengan sendirinya akan meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman mereka, karena buah sawit yang dihasilkan semakin tinggi nilainya. Peningkatan pendapatan berarti meningkatnya kesejahteraan petani, yang kemudian berkontribusi pada peningkatan PDB,” ujarnya.

