Menperin Sarmuji Apresiasi Komitmen Kadin Indonesia Dorong Pengembangan IKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menerima kunjungan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie beserta pengurus Kadin, Senin (2/11/2026). Seusai pertemuan, Menperin mengapresiasi komitmen Kadin Indonesia yang memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).
Menperin Sarmuji menilai, perhatian Kadin terhadap pengembangan IKM menjadi hal menarik mengingat organisasi tersebut dipimpin oleh pengusaha besar. Namun, Kadin justru menunjukkan komitmen untuk mendorong pelaku industri berskala kecil dan menengah agar dapat berkembang.
"Tadi kami menerima concern yang luar biasa dari Ketua Umum Kadin, Mas Anin. Ini pengusaha besar, tapi ternyata Kadin di dalam Undang-Undang Kadin itu akan lebih concern pada industri kecil dan menengah. Tentu itu sesuatu yang kami apresiasi," ujar Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Baca Juga
Menurutnya, perhatian terhadap IKM menunjukkan adanya kesadaran bahwa pertumbuhan industri nasional tidak hanya perlu ditopang oleh perusahaan besar, tetapi juga melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah. Ia mengatakan, Kemenperin menyambut baik komitmen tersebut dan siap mendukung upaya Kadin dalam memperkuat peran IKM sebagai bagian dari pengembangan industri nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengatakan, pihaknya ingin memastikan proses industrialisasi di Indonesia dapat melibatkan seluruh lapisan dunia usaha, termasuk perusahaan besar dan industri kecil menengah.
Ketum Kadin Anindya menyebutkan, semangat Indonesia Incorporated yang didorong Presiden Prabowo Subianto perlu diwujudkan melalui kerja sama dan gotong royong antara pemerintah dan pelaku usaha.
"Kami melihat industrialisasi itu sudah kembali menggeliat di Indonesia. Tugas kami ialah dengan semangat Pak Presiden, Indonesia Incorporated, bagaimana gotong royong bukan saja perusahaan besar, tapi juga perusahaan IKM, industri kecil menengah bisa ikut," kata Anindya.
Anindya menambahkan, industrialisasi tidak hanya berfokus pada pengembangan industri berskala besar, seperti pengolahan nikel menjadi bahan baku baterai. Menurut dia, potensi komoditas lain seperti sagu, alga, dan kelapa juga perlu dikembangkan menjadi industri yang melibatkan pelaku usaha di daerah.
"Industrialisasi bukan saja yang bersifat besar seperti nikel jadi bahan baterai, tapi tadi sagu, alga, kelapa, itu juga merupakan industri yang justru melibatkan teman-teman di daerah untuk naik kelas," ujarnya.
