Bank BSN Raih Best Sharia Awards 2026, Aset Tumbuh 21,2% Jadi Rp 82,8 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Bank Syariah Nasional (BSN) meraih penghargaan Best Sharia Awards 2026 kategori Performance Excellence Award Sharia in Banking Growth yang diselenggarakan PT Infovesta Utama dan Investortrust di Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Penghargaan tersebut diraih seiring pertumbuhan kinerja Bank BSN pada kuartal III 2026. Hingga September 2026, total aset perseroan mencapai Rp 82,8 triliun atau tumbuh 21,2% secara tahunan (year on year/yoy).
Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan Bank BSN mencapai Rp 64,5 triliun atau meningkat 26,3% yoy. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 65,3 triliun, tumbuh 14,8% yoy. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Bank BSN membukukan laba sebesar Rp 734 miliar atau meningkat 24,2% yoy.
Baca Juga
Best Sharia Award 2026 Kembali Digelar, Dorong Penguatan Kepercayaan terhadap Keuangan Syariah
Pada Juli 2026, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan, perseroan menargetkan total aset sekitar Rp 87 triliun pada 2026. Perseroan juga menargetkan pembiayaan sekitar Rp 66 triliun dan DPK sekitar Rp 69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas.
Terpisah, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust Abdul Aziz mengatakan industri keuangan syariah memiliki peluang untuk berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional melalui penghimpunan dana, pembiayaan usaha, investasi, dan perlindungan risiko.
“Indonesia membutuhkan investasi yang lebih besar, industri yang lebih produktif, ekspor yang lebih kuat, serta lapangan kerja yang semakin luas. Industri keuangan syariah memiliki kesempatan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui penghimpunan dana, pembiayaan usaha, investasi, dan perlindungan risiko,” ujar Aziz dalam sambutannya pada Best Sharia Awards 2026.
Aziz memaparkan, berdasarkan data per Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 749 triliun atau tumbuh 11,61% yoy. Sementara itu, total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp 3.131 triliun, dengan pangsa pasar sebesar 11,36% dari total aset keuangan nasional.
Pada sektor riil, rantai nilai halal (halal value chain) tumbuh 5,5% pada kuartal II 2026. Indonesia juga menempati peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, serta memiliki keunggulan kompetitif pada sektor makanan halal, farmasi, kosmetik, dan pariwisata ramah muslim.
Menurut Aziz, peluang industri keuangan syariah juga didukung oleh pertumbuhan pasar global. Berdasarkan data Islamic Financial Services Board (IFSB), aset industri jasa keuangan syariah global mencapai US$ 3,88 triliun pada 2024.
Meski demikian, Aziz menyoroti pangsa pasar perbankan syariah domestik yang masih berada di kisaran 7%.
Baca Juga
“Walaupun kita merupakan negara berpopulasi Muslim terbesar, didukung regulasi pemerintah yang intensif serta industri yang terus berkembang, pangsa pasar kita masih berada di kisaran 7% dan belum berhasil menembus angka 10%. Ini menjadi PR kita bersama,” jelasnya.
Aziz menekankan pentingnya peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan, dan kepercayaan untuk memperluas peran industri keuangan syariah. Menurutnya, nasabah dan pelaku usaha membutuhkan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah, sekaligus mudah, cepat, aman, transparan, dan kompetitif.
Best Sharia Awards 2026 diselenggarakan oleh PT Infovesta Utama dan Investortrust sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian dan kontribusi pelaku industri keuangan syariah di Indonesia. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Mendorong Industri Keuangan Syariah sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.
