26.385 Dapur MBG Lolos Syarat, Pemerintah Uji Coba CCTV dan AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebutkan sebanyak 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinyatakan telah memenuhi persyaratan operasional untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah juga memperkuat pengawasan tenaga kerja dan pengelola SPPG dengan mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) ke pusat pemantauan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam rapat koordinasi pelaksanaan program MBG, Menko Zulhas mengungkapkan bahwa puluhan ribu SPPG tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk terkait sertifikasi, status operasional, dan kejadian luar biasa.
“Sudah ada penetapan SPPG operasional sejumlah 26.385. Lulus, bagus,” ucap Zulhas di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Menko Zulhas menjelaskan, SPPG yang masuk dalam kategori tersebut merupakan dapur yang telah memenuhi sejumlah persyaratan operasional. “Bagus itu artinya sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak di-suspend, tidak ada kejadian yang luar biasa,” imbuhnya.
Baca Juga
Insentif Dapur MBG Kini Diubah Jadi Rp 2.000 per Porsi, Tak Lagi Flat Rp 6 Juta
Selain menetapkan SPPG yang memenuhi persyaratan, pemerintah juga memperkuat evaluasi terhadap operasional dapur dengan melibatkan pemerintah daerah. Rekomendasi dari kepala daerah menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan tindak lanjut terhadap dapur yang dinilai belum memenuhi ketentuan.
Menurut Menko Zulhas, evaluasi mencakup kondisi infrastruktur, pengelolaan limbah, hingga kebersihan lingkungan dapur. Pemerintah menyatakan telah menindaklanjuti rekomendasi pemerintah daerah, termasuk dengan menangguhkan operasional dapur yang bermasalah.
“Bagus itu artinya sudah memiliki SLHS, tidak di-suspend, tidak ada kejadian yang fatal, tidak ada kejadian yang luar biasa, dan melayani di atas 1.000 (porsi). Jadi ini sudah, sudah apa ya, sudah bagus ya, memenuhi persyaratan, memenuhi semua persyaratan itu 26.385," ungkapnya.
Integrasikan AI dan CCTV
Selain pemeriksaan kondisi fisik dapur, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan SOP oleh tenaga kerja dan pengelola SPPG. Salah satu upaya yang disiapkan ialah mengintegrasikan kamera pengawas atau CCTV ke pusat pemantauan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca Juga
2 Tahun Prabowo, MBG Jangkau 57,8 Juta Penerima Manfaat dan Serap 1 Juta Pekerja
Sekitar 70 dapur SPPG saat ini menjadi lokasi uji coba sistem tersebut. Melalui integrasi CCTV, pemerintah dapat memantau proses operasional dapur, mulai dari persiapan bahan makanan hingga pencucian peralatan.
“Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV. Hanya CCTV-nya belum hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu, sehingga kami sedang piloting ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat,” imbuh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
